Mendag Panggil Pengusaha Logistik Atasi Biaya Tinggi

Budi Santoso

Mendag Panggil Pengusaha Logistik Atasi Biaya Tinggi

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons keluhan serius dari pelaku usaha mengenai tingginya biaya logistik di Indonesia. Kekhawatiran ini disuarakan langsung oleh Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia, Fera Umbara, dalam sebuah acara diskusi di Jakarta. Fera menyoroti bahwa tingginya ongkos kirim antar-pulau menyebabkan Harga Pokok Penjualan (HPP) pengusaha lokal menjadi tidak kompetitif dibandingkan produk dari luar negeri. "Kita punya HPP kan selalu kalah gitu ya. Karena kita kan negara kepulauan. Kalau biaya logistik kita mahal. Ada solusi apa ya supaya maksudnya mungkin kita punya harga bisa lebih bersaing?" ungkap Fera, menggarisbawahi tantangan unik yang dihadapi Indonesia sebagai negara kepulauan.

Menanggapi hal ini, Mendag Budi Santoso mengakui bahwa karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan memang menjadi tantangan fundamental bagi efisiensi sektor logistik. Situasi ini semakin diperumit oleh ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku impor, termasuk biaya minyak yang secara langsung mempengaruhi ongkos pengiriman. "Memang itu problem kita karena salah satunya kita negara kepulauan. Tapi kita (upayakan) terus ya. Sekarang biaya logistik semakin mahal. Kita impor bahan baku, selain bahan bakunya sendiri juga naik karena faktor krisis global, faktor minyak, logistiknya juga naik," ujar Budi. Ia juga menekankan bahwa penyelesaian masalah logistik ini merupakan "Pekerjaan Rumah" (PR) besar bagi pemerintah, namun pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa mendapatkan masukan teknis yang mendalam dari para pelaku di lapangan.

Baca Juga :  BI Punya 7 Jurus Ampuh Perkuat Rupiah, Prabowo Restui

Mendag Budi menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti keluhan ini dengan langkah konkret. Ia berencana memanggil asosiasi pengusaha logistik untuk melakukan diskusi mendalam guna mencari akar permasalahan dan merumuskan solusi yang efektif. Tujuannya adalah untuk memahami secara rinci kendala-kendala teknis yang menghambat efisiensi distribusi barang di seluruh nusantara. "Kita akan ketemu, kita mungkin cari solusinya seperti apa. Mungkin teman-teman di lapangan kan mengalami ya secara teknis kendalanya apa. Nanti kita diskusi bareng-bareng," jelas Budi, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan strategi yang mampu menekan biaya logistik, sehingga produk dalam negeri dapat bersaing lebih baik di pasar domestik maupun internasional. Dengan memanggil para ahli dan praktisi di bidang logistik, pemerintah berharap dapat merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang paling rentan terhadap tingginya biaya operasional.

Also Read

Tinggalkan komentar