
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli secara resmi melaporkan perkembangan signifikan sejumlah program strategis nasional di bidang ketenagakerjaan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (27/4/2026). Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah pencapaian Program Magang Nasional batch pertama yang telah berhasil menuntaskan pelatihan bagi lebih dari 14.000 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Para peserta yang telah menyelesaikan masa magangnya ini kini tengah bersiap memasuki tahapan krusial, yakni proses sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang difasilitasi sepenuhnya oleh pemerintah melalui balai-balai latihan milik Kementerian Ketenagakerjaan secara gratis.
Sertifikasi kompetensi ini menjadi instrumen penting agar para lulusan magang memiliki bukti formal atas keahlian mereka, sehingga lebih mudah diserap oleh pasar kerja formal maupun industri skala besar. Program Magang Nasional sendiri merupakan inisiatif monumental pemerintah yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2025 dengan target ambisius mencapai 100.000 peserta yang dibagi dalam tiga gelombang. Keunggulan utama program ini yang membedakannya dengan program sebelumnya adalah pemberian uang saku yang sangat kompetitif, di mana nilainya setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan para pemuda yang sedang mengasah keterampilan tetap memiliki daya beli dan kesejahteraan yang terjamin.
Selain isu pemagangan, Menaker Yassierli turut memaparkan kemajuan program pelatihan vokasi nasional yang tengah berjalan intensif. Batch pertama program vokasi ini berhasil menjaring sekitar 10.500 peserta yang didominasi oleh lulusan SMA dan SMK. Menaker menekankan bahwa pelatihan vokasi merupakan instrumen vital dalam strategi "link and match" untuk menyelaraskan antara ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan riil dunia usaha. Presiden Prabowo pun memberikan dukungan penuh agar program ini dijadikan prioritas utama pada tahun anggaran 2026 guna mempercepat peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia di kancah global, terutama dalam menghadapi era transformasi digital dan industri hijau.
Dalam diskusi tersebut, Yassierli juga menyampaikan hasil evaluasi awal terkait kemungkinan penambahan kuota program di masa mendatang guna merespons tingginya antusiasme masyarakat. Langkah ekspansi ini akan dibahas lebih mendalam melalui koordinasi lintas sektoral bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memastikan keberlanjutan fiskal. Menutup laporannya, Menaker juga memberikan bocoran terkait persiapan menyambut Hari Buruh (May Day). Pemerintah dikabarkan tengah menggodok sejumlah regulasi baru yang bertujuan untuk memperkuat perlindungan tenaga kerja dan menciptakan iklim investasi yang lebih harmonis dan berkeadilan. Detail mengenai paket regulasi tersebut rencananya akan diumumkan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah terhadap kesejahteraan seluruh elemen pekerja di tanah air.











