
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berhasil menjadi penyerap hasil produksi dari sekitar 165 juta petani di seluruh Indonesia. Program ini bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam ekosistem pertanian nasional, menjembatani langsung antara produksi petani dan kebutuhan konsumsi masyarakat. Amran menekankan bahwa MBG berfungsi sebagai "offtaker" atau pembeli utama hasil pertanian petani. Pernyataan ini disampaikan oleh Mentan usai diskusi bersama sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta pada Rabu (6/5/2026).
Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa MBG, sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, memberikan kepastian pasar bagi para petani. Dengan adanya program ini, hasil produksi petani dapat terserap secara optimal, menghilangkan kekhawatiran akan kelebihan pasokan yang dapat menekan harga di tingkat produsen. Selain meningkatkan penyerapan hasil pertanian, program MBG juga dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian di desa. Hal ini terjadi karena aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi berjalan secara terintegrasi dalam satu rantai pasok yang efisien.
Dampak positif dari program MBG tidak hanya berhenti pada sektor pertanian. Amran menyebutkan bahwa program ini turut berkontribusi pada pertumbuhan sektor pertanian dan peternakan, yang mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan dari program pemerintah ini. Manfaat program ini pun meluas hingga ke generasi muda. Anak-anak yang menjadi penerima manfaat MBG akan mendapatkan asupan gizi yang lebih baik. Diharapkan, peningkatan gizi ini akan menjadikan mereka lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. Program MBG memang dirancang untuk menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil, sebagai bagian dari upaya komprehensif untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
"Itu akan membuat anak-anak kita cerdas nanti ke depan, dia penuh dengan gizi. Kemudian berikutnya ekonomi berputar di desa. Pasar ini hidup dan langsung yang merasakan rakyat," ujar Amran, menggambarkan dampak ganda program MBG. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan program ini murni bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih kuat, tanpa ada kepentingan politik sama sekali. Amran secara tegas menyatakan bahwa program MBG tidak memiliki kaitan dengan Pemilu 2029, karena sasaran penerima manfaatnya, yaitu anak SD dan ibu hamil, belum atau tidak dapat memilih dalam pemilu tersebut. Hal ini semakin menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia dan mempersiapkan generasi muda yang lebih tangguh dan cerdas.











