Mantan Karyawan Pabrik Raup Jutaan dari Jajanan Betawi

Budi Santoso

Mantan Karyawan Pabrik Raup Jutaan dari Jajanan Betawi

Aisah, seorang mantan karyawan pabrik yang gigih, berhasil mengubah nasibnya dengan merintis usaha jajanan tradisional Betawi. Bermula dari keinginan mencari penghasilan tambahan di tahun 2018, kini bisnisnya, Betawi Punya Gaye (BPG), yang resmi berdiri pada 2020, mampu meraup omzet jutaan rupiah setiap bulannya. Aisah memulai perjalanannya dengan berjualan keripik pedas di lingkungan pabrik dan menitipkannya di warung-warung. Namun, seiring berjalannya waktu dan dampak pandemi COVID-19, usahanya mengalami stagnasi.

Awalnya Usaha Sampingan, Eks Buruh Pabrik Sukses Jual Jajanan Khas Betawi

Tak patah arang, Aisah memutuskan untuk beralih fokus pada jajanan jadul khas Betawi seperti kembang goyang, biji ketapang, dan kacang bawang. Keputusan ini diambil setelah hampir 20 tahun mengabdi di pabrik. Ia kemudian bergabung dengan Jakpreneur dan aktif mengikuti pelatihan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Pemprov DKI Jakarta. Setelah melalui berbagai proses, lahirlah nama "Betawi Punya Gaye" sebagai merek dagangnya, yang terinspirasi dari kekayaan budaya Betawi. Aisah mengasah kemampuannya dalam meracik resep secara autodidak, berbekal pengalaman masa kecil membantu orang tua membuat kue.

Pada tahun 2023, Aisah mengikuti pelatihan di Rumah BUMN BRI, yang memberinya wawasan baru dalam pemasaran, desain kemasan, dan manajemen usaha. Ia juga diperkenalkan dengan platform LinkUMKM BRI, sebuah "e-commerce" internal yang membuka peluang pasar lebih luas. Melalui platform ini, produknya bisa dijangkau oleh konsumen dari berbagai kota, bahkan hingga Bogor dan Bandung.

Baca Juga :  Antisipasi El Nino: Kementan & Pemda Jaga Ketahanan Pangan Gunungkidul
Awalnya Usaha Sampingan, Eks Buruh Pabrik Sukses Jual Jajanan Khas Betawi

Kesempatan lain datang melalui pameran-pameran gratis yang difasilitasi oleh Rumah BUMN BRI, termasuk di Bandara Soekarno-Hatta dan Stadion Pakansari Bogor. Tak hanya itu, Aisah juga didorong untuk melakukan digitalisasi dengan mengadopsi sistem pembayaran QRIS BRI, yang sangat memudahkan pencatatan keuangan dan transaksi.

Berkat kegigihan dan dukungan yang didapat, Betawi Punya Gaye kini berhasil menembus pasar modern, terpajang di berbagai mal ternama di Jakarta seperti Sarinah, Central Park, Mal Kota Kasablanka, Mal Tangerang City, serta enam gerai Transmart. Meskipun menerapkan sistem bagi hasil, pasar modern ini memberikan kontribusi signifikan terhadap omzetnya yang kini berkisar antara Rp 7-8 juta per bulan.

Awalnya Usaha Sampingan, Eks Buruh Pabrik Sukses Jual Jajanan Khas Betawi

Koordinator Rumah BUMN BRI, Jajang Rohmana, membenarkan bahwa Aisah adalah salah satu UMKM binaan mereka yang telah "naik kelas". Rumah BUMN BRI berkomitmen memberikan pembinaan gratis untuk mendampingi UMKM dari berbagai tingkatan, mulai dari Go Modern, Go Digital, hingga Go Online, dengan fokus utama pada optimalisasi digitalisasi. Mereka menyediakan berbagai program untuk melengkapi kebutuhan UMKM, termasuk pengurusan legalitas. Aisah menjadi bukti nyata bahwa dengan keberanian, inovasi, dan dukungan yang tepat, impian untuk bersaing di pasar elit ibu kota dapat terwujud.

Also Read

Tinggalkan komentar