
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerjunkan tim investigasi untuk mengusut tuntas penyebab padamnya listrik yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera. Kejadian ini, yang terjadi pada Jumat (22/5) lalu, telah menimbulkan ketidaknyamanan signifikan bagi jutaan pelanggan dan mengganggu aktivitas ekonomi serta sosial. Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menyatakan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap insiden ini dan berkomitmen untuk memastikan investigasi teknis dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi akar masalah yang sebenarnya dan merumuskan langkah-langkah mitigasi yang efektif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dalam penanganan darurat, Kementerian ESDM terus menjalin koordinasi intensif dengan PT PLN (Persero). Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menyampaikan bahwa pemerintah secara aktif melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap seluruh proses pemulihan pasokan listrik. "Kami telah menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan ke lapangan dan akan diperkuat tim berikutnya untuk melakukan investigasi lebih intensif," ujar Tri. Ia juga menambahkan bahwa Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, telah memberikan arahan strategis kepada PLN untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Sumatera. Peningkatan ini mencakup pembangunan pembangkit dan transmisi 500 kV/275 kV, penguatan keandalan subsistem di setiap provinsi, serta penyediaan infrastruktur blackstart untuk mempercepat pemulihan jika terjadi gangguan di masa depan. Fokus khusus diberikan pada percepatan pembangunan pembangkit di wilayah Sumatera bagian barat.
Di sisi lain, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang terdampak atas gangguan yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa indikasi awal gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi, yang diduga dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Gangguan ini kemudian memicu efek domino pada sistem kelistrikan Sumatera, yang berdampak pada sejumlah pembangkit. Sejak kejadian, seluruh personel PLN telah bekerja maksimal untuk melakukan asesmen, pemulihan sistem transmisi dan gardu induk, serta menyalakan kembali pembangkit secara bertahap.
Hingga Sabtu (23/5) pukul 19.00 WIB, proses penormalan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dari total 13,1 juta pelanggan yang terdampak, lebih dari 8,5 juta pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik. Beban sistem yang berhasil dipulihkan mencapai 3.431,21 MW dari total 5.334 MW yang sebelumnya terganggu. Seluruh 176 gardu induk yang terdampak juga telah berhasil beroperasi kembali. Darmawan menambahkan bahwa proses penormalan pembangkit, terutama yang berbasis batubara, terus dilakukan secara bertahap karena memerlukan waktu sinkronisasi yang lebih panjang. PLN berkomitmen untuk terus bekerja keras demi memulihkan pasokan listrik secara penuh dan andal bagi seluruh masyarakat Sumatera.











