
Proses lelang untuk proyek Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat, yang dikenal sebagai JORR III, telah memasuki tahap krusial dengan penutupan registrasi prakualifikasi pada 1 Mei 2026. Informasi ini disampaikan langsung oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melalui pengumumannya yang menyatakan bahwa layanan registrasi peserta lelang telah ditutup pada Jumat, 1 Mei 2026, pukul 16.00 WIB. Pengumuman ini menegaskan bahwa tahap awal penjaringan calon investor telah selesai dan kini fokus beralih pada evaluasi dokumen yang masuk.
Proyek Tol Sentul Selatan-Karawang Barat merupakan inisiatif prakarsa badan usaha atau dikenal sebagai unsolicited project. Ini berarti proyek ini diusulkan oleh pihak swasta, bukan pemerintah, yang kemudian akan dievaluasi dan dilelang untuk menentukan pemenang konsesi. Nilai investasi yang terindikasi untuk proyek ambisius ini diperkirakan mencapai angka fantastis sebesar Rp34,75 triliun. Angka ini mencerminkan skala dan kompleksitas pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan dua wilayah strategis di Jawa Barat.
Masa konsesi untuk Tol Sentul Selatan-Karawang Barat direncanakan akan berlangsung selama 40 tahun. Skema pengembalian investasi bagi badan usaha pemenang lelang akan menggunakan mekanisme user charge, yang berarti pendapatan utama akan berasal dari tarif yang dikenakan kepada pengguna jalan tol. Durasi konsesi yang panjang ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi investor dalam mengembalikan modal dan meraih keuntungan.
Secara fisik, Tol Sentul Selatan-Karawang Barat akan memiliki panjang total sekitar 60,36 kilometer. Ruas tol ini dirancang untuk menghubungkan dua titik penting, yaitu Sentul Junction dan Karawang Junction. Keberadaan tol ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung baru dalam konektivitas antarwilayah, memperlancar arus logistik, serta mengurangi waktu tempuh bagi para pengguna.
Lebih lanjut, Tol Sentul Selatan-Karawang Barat akan terintegrasi dengan sejumlah jaringan jalan tol yang sudah ada maupun yang sedang direncanakan. Tercatat, tol ini akan memiliki tiga simpang susun strategis. Simpang susun pertama akan menghubungkan dengan Tol Bogor Ring Road, yang berfungsi sebagai akses penting dari dan ke kawasan Bogor. Simpang susun kedua akan terkoneksi dengan Tol Jakarta-Cikampek Selatan, sebuah proyek tol paralel yang juga dirancang untuk mengurai kemacetan di koridor Jakarta-Cikampek. Terakhir, simpang susun ketiga akan berintegrasi dengan Tol Jakarta-Cikampek eksisting, memastikan kelancaran arus lalu lintas dari dan menuju Jakarta. Integrasi ini menjadi kunci efektivitas JORR III dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan terpadu di Jabodetabek dan sekitarnya.











