
Layanan transportasi publik Commuter Line (KRL) lintas Cikarang mengalami gangguan signifikan pada Rabu pagi, 29 April 2026, menyusul terjadinya kecelakaan maut di area Stasiun Bekasi Timur. Insiden tragis tersebut berdampak langsung pada pola operasi perjalanan kereta api, memaksa PT KAI Commuter melakukan penyesuaian rute demi keamanan dan kelancaran proses evakuasi. Hingga berita ini diturunkan, perjalanan KRL dari arah Jakarta menuju Cikarang maupun sebaliknya hanya dapat dilayani sampai dan berangkat dari Stasiun Bekasi. Hal ini menyebabkan penumpukan penumpang di beberapa titik, mengingat Stasiun Bekasi kini menjadi stasiun pemberhentian terakhir sementara bagi warga yang biasanya melanjutkan perjalanan menuju Bekasi Timur hingga Cikarang.
Melalui akun media sosial resminya, KAI Commuter mengonfirmasi bahwa penyesuaian layanan ini merupakan langkah darurat yang harus diambil. Pengguna jasa yang terdampak dihimbau untuk mencari moda transportasi alternatif atau memanfaatkan layanan bantuan yang telah disediakan. Sebagai solusi cepat untuk mengatasi mobilitas warga yang terhambat, KAI Commuter telah berkoordinasi untuk menyediakan layanan shuttle bus tambahan. Para pengguna yang bertujuan menuju Stasiun Bekasi dari arah timur dapat mengakses shuttle bus yang bersiaga di Terminal Bulak Kapal, Bekasi. Kehadiran bus ini diharapkan mampu memecah kepadatan penumpang yang tidak dapat terangkut oleh rangkaian kereta akibat penutupan jalur sementara di Stasiun Bekasi Timur.

Di lokasi kejadian, petugas gabungan yang terdiri dari tim teknis KAI, kepolisian, dan pihak medis masih terus berupaya melakukan penanganan intensif. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan normalisasi jalur rel agar dapat segera dilalui kembali oleh rangkaian Commuter Line. Proses ini meliputi evakuasi korban, pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur rel untuk memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan, serta pembersihan area dari material sisa kecelakaan. Pihak KAI Commuter menegaskan bahwa aspek keselamatan adalah prioritas utama sebelum jalur tersebut dibuka kembali untuk operasional komersial.
Manajemen KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh ribuan pengguna pagi ini. Para penumpang diimbau untuk tetap tenang, tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta yang sudah padat, dan selalu mengikuti instruksi dari petugas di lapangan maupun pengumuman di dalam gerbong. Bagi masyarakat yang ingin memantau posisi kereta secara real-time atau mencari rute alternatif lainnya, disarankan untuk terus memperbarui informasi melalui aplikasi C-Access atau kanal komunikasi resmi perusahaan. Upaya normalisasi terus dikebut agar jadwal perjalanan dapat kembali stabil dan melayani masyarakat Bekasi hingga Cikarang secara penuh sebelum jam pulang kerja sore nanti.











