Krakatau Steel Optimistis Industri Baja Nasional Makin Mandiri

Budi Santoso

Krakatau Steel Optimistis Industri Baja Nasional Makin Mandiri

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menunjukkan optimisme tinggi terhadap kemajuan industri baja nasional yang semakin mendekati kemandirian di tengah gejolak ketidakpastian global. Keyakinan ini bukan tanpa dasar, melainkan ditopang oleh berbagai strategi fundamental yang telah dan akan terus digalakkan, meliputi percepatan hilirisasi produk, penguatan kapabilitas teknologi, serta optimalisasi pemanfaatan bahan baku domestik. Langkah-langkah ini menjadi fondasi kuat untuk membangun ketahanan industri baja nasional yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menegaskan bahwa momentum percepatan hilirisasi ini semakin diperkuat dengan dimulainya Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2. Proyek ini merupakan bagian integral dari strategi komprehensif perusahaan untuk memperkuat ketahanan industri nasional secara keseluruhan. Lebih lanjut, proyek ini juga termasuk dalam sembilan proyek strategis nasional yang secara resmi diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, menandakan dukungan pemerintah yang kuat terhadap pengembangan sektor vital ini.

Dalam pelaksanaan Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2, Krakatau Steel Group memegang peranan sentral. Perusahaan ini bertanggung jawab penuh atas pembangunan fasilitas produksi slab baja karbon dengan kapasitas yang sangat besar, berlokasi strategis di Cilegon. Selain itu, Krakatau Steel juga melakukan ekspansi dan pengembangan fasilitas slab stainless steel yang berlokasi di Morowali. Inisiatif di Morowali ini dijalankan melalui sinergi yang erat dengan mitra strategis terpercaya, di bawah koordinasi Danantara, sebuah entitas yang berperan dalam menggerakkan proyek-proyek strategis nasional.

Akbar Djohan menekankan bahwa kolaborasi yang terjalin dengan para mitra strategis ini menjadi kunci utama keberhasilan. Dengan mengintegrasikan penguatan teknologi mutakhir yang dimiliki oleh para mitra dan melakukan optimalisasi sumber daya lokal yang melimpah, diharapkan akan terjadi penguatan ketahanan industri baja nasional secara signifikan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Akbar dalam siaran pers yang dirilis pada Jumat, 1 Mei 2026, yang menggarisbawahi pentingnya sinergi dan inovasi dalam menghadapi tantangan industri.

Baca Juga :  Pertamina Tambah 5,8 Juta Tabung LPG untuk Libur Panjang

Lebih lanjut, Akbar menegaskan bahwa pemanfaatan bahan baku domestik merupakan fondasi yang sangat krusial dalam upaya membangun industri baja yang lebih kompetitif di kancah global. Ia menyadari bahwa ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri harus terus ditekan seminimal mungkin demi menjaga kedaulatan industri nasional. "Pemanfaatan bahan baku domestik adalah kunci utama membangun industri yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan," ujar Akbar, menegaskan komitmennya untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya impor.

Ia juga menilai bahwa strategi hilirisasi yang dijalankan akan secara efektif memperkuat rantai pasok nasional. Penguatan ini akan membuat industri baja nasional menjadi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tekanan global, termasuk potensi gangguan logistik internasional yang semakin kompleks. Salah satu contoh nyata adalah eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Selat Hormuz, yang dapat berdampak pada kelancaran jalur pelayaran global.

Optimalisasi proyek hilirisasi ini dilakukan secara menyeluruh di kawasan industri terintegrasi Krakatau Steel yang berlokasi di Cilegon. Kawasan ini didukung oleh infrastruktur logistik dan energi yang memadai, menciptakan ekosistem industri yang efisien. Integrasi yang matang ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam proses produksi dan distribusi baja, tetapi juga secara signifikan mendongkrak daya saing produk baja nasional di pasar domestik maupun internasional.

Melalui pelaksanaan proyek hilirisasi ini, Krakatau Steel memiliki target yang jelas: penurunan impor baja secara bertahap. Upaya ini akan dicapai melalui optimalisasi aset perusahaan yang sudah ada serta pengembangan kapabilitas produksi dalam negeri. Strategi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya membangun ekosistem industri baja yang terintegrasi secara vertikal, mulai dari tahap hulu hingga hilir. Krakatau Steel bercita-cita untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan industri yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Bangun Ekosistem Penjualan Tanpa Batas dengan Affiliate System

"Krakatau Steel menargetkan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global sekaligus mendukung pembangunan industri berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, kemandirian industri baja nasional diyakini semakin kokoh serta mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," ujar Akbar, memaparkan visi jangka panjang perusahaan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan peletakan batu pertama untuk Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 pada tanggal 29 April di kawasan Kilang Pertamina RU IV Cilacap. Proyek ambisius ini mencakup pembangunan fasilitas slab baja karbon dengan kapasitas produksi 1,5 juta ton per tahun, yang didukung oleh investasi sebesar 200 juta dolar AS. Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan fasilitas slab stainless steel di Morowali dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan pentingnya hilirisasi sebagai jalan utama menuju kemakmuran rakyat. Ia juga menyoroti peran krusial inovasi teknologi, efisiensi operasional, serta kolaborasi lintas sektor sebagai pilar utama untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan nasional. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk terus mendorong sektor industri strategis seperti baja.

Also Read

Tinggalkan komentar