Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi Lokal Majalengka

Budi Santoso

Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi Lokal Majalengka

Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa dan menggerakkan potensi lokal masyarakat Majalengka. Kehadiran koperasi desa ini tidak hanya diharapkan mampu menciptakan stabilitas harga pangan, tetapi juga membuka akses permodalan bagi warga, sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Asep Rahmat S. Asep menekankan bahwa arah kebijakan pemerintah melalui program KDMP sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa, khususnya dalam memperkuat ekonomi yang berbasis potensi lokal. Ia optimis bahwa program ini akan mendorong modernisasi ekonomi desa menjadi lebih mapan, menciptakan stabilitas harga pangan, serta mewujudkan kemandirian desa di seluruh Indonesia.

Di Desa Payung, fokus koperasi desa tidak hanya terbatas pada sektor perdagangan kebutuhan pokok. Lebih dari itu, KDMP akan diarahkan pada pengembangan usaha yang memanfaatkan potensi wisata dan pertanian yang melimpah di wilayah tersebut. Asep Rahmat S menyatakan bahwa Desa Payung memiliki potensi wisata yang signifikan, yang jika didukung dengan akses permodalan dan pengelolaan usaha yang memadai, dapat menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat. "Selain usaha-usaha yang sudah ditetapkan pemerintah, kami juga akan memaksimalkan potensi lokal desa seperti pengembangan usaha pariwisata. Hal itu logis karena desa kami memiliki banyak potensi wisata," ujar Asep.

Selain sektor pariwisata, KDMP di Desa Payung juga memiliki tujuan untuk memperkuat sektor pertanian. Pengembangan komoditas unggulan seperti padi, bawang merah, jagung, durian, hingga melinjo menjadi bagian integral dari fokus koperasi. Lebih lanjut, koperasi berencana untuk memiliki unit usaha penampungan gabah padi. Unit ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat desa dan mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak. "Dengan adanya penampungan gabah padi, urusan beras di desa kami diharapkan bisa lebih stabil tanpa adanya monopoli bandar," jelas Asep.

Baca Juga :  Trump Pangkas Tarif Impor Aluminium & Baja, Beri Kelonggaran bagi Sekutu

Pemerintah Desa Payung langsung bergerak setelah program KDMP dicanangkan pada tahun 2025. Langkah awal yang telah diambil meliputi pembentukan pengurus koperasi, perekrutan anggota, hingga penyusunan regulasi internal koperasi. Meskipun demikian, proses pembangunan koperasi masih dihadapkan pada kendala lahan. Saat ini, pemerintah desa sedang mengupayakan pemanfaatan aset fasilitas umum berupa bangunan sekolah yang sudah lama tidak difungsikan untuk pembangunan gedung koperasi. "Kami bersama pengurus koperasi sedang melakukan advokasi agar aset tersebut bisa digunakan untuk pembangunan bangunan koperasi," pungkas Asep. Program KDMP ini diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di tingkat desa, memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara optimal.

Also Read

Tinggalkan komentar