Kesiapan Jembatan Bailey Brebes untuk Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat

Budi Santoso

Kesiapan Jembatan Bailey Brebes untuk Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan peninjauan langsung terhadap Jembatan Bailey di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan akses mobilisasi material konstruksi dan alat berat yang krusial untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Kabupaten Brebes. Peninjauan ini sangat penting untuk menjamin kondisi jembatan aman dalam menopang beban berat kendaraan konstruksi selama proses pembangunan berlangsung.

Dody Hanggodo menekankan bahwa penguatan struktur jembatan adalah langkah yang mutlak diperlukan. Hal ini dikarenakan kendaraan yang akan melintas adalah kendaraan kelas berat dengan beban tinggi, yang sangat vital untuk kebutuhan konstruksi. "Memang benar, jembatan ini harus diperkuat karena yang akan lewat kendaraan-kendaraan kelas berat. Alhamdulillah sudah mulai diperkuat dan mudah-mudahan dalam beberapa hari sudah siap," ujar Dody dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

Lebih lanjut, Dody meminta agar kondisi struktur jembatan dipantau secara rutin. Pemantauan ini penting untuk memastikan keamanan operasional jembatan selama proses pembangunan berlangsung. "Kalau ada perubahan struktur atau pergerakan struktur, dihentikan dulu, diperbaiki lagi, baru kemudian dipergunakan kembali. Ini seperti yang kita kerjakan juga di Aceh dan Sumatera Utara untuk jembatan-jembatan darurat sambil menunggu pekerjaan permanennya selesai," jelas Dody, mengacu pada pengalaman serupa dalam penanganan jembatan darurat.

Jembatan Bailey yang ditinjau memiliki panjang 90 meter dengan lebar 4 meter, serta dirancang untuk menampung kapasitas beban hingga 25 ton. Pembangunannya secara spesifik ditujukan untuk mendukung akses menuju lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Brebes. Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.

Baca Juga :  Transmart Full Day Sale: Diskon Gede-gedean 17 Mei 2026!

Keberadaan jembatan ini sangat mendukung mobilisasi lebih dari 2.000 ton struktur rangka baja. Selain itu, jembatan ini juga krusial untuk kelancaran lalu lintas truk mixer yang digunakan dalam pekerjaan pengecoran selama proses konstruksi berlangsung.

Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi fokus utama bagi seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian PU. Upaya ini merupakan bagian integral dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah di bidang pendidikan. "Mudah-mudahan dengan penguatan jembatan ini, progres Sekolah Rakyat di Brebes bisa kembali kita kejar dan tetap selesai sesuai target Juni. Terima kasih banyak untuk teman-teman dari Direktorat Jenderal Bina Marga dan Prasarana Strategis telah bekerja sama," ungkap Dody.

Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Brebes sendiri dilaksanakan dengan menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2025-2026. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp 244,69 miliar. Lingkup pekerjaannya mencakup pembangunan kawasan pendidikan terpadu yang sangat komprehensif. Luas bangunan total mencapai 27.372 meter persegi, yang meliputi gedung Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), asrama siswa, rumah susun guru, kantin, masjid, ruang serbaguna, dan sarana olahraga yang memadai. Dengan adanya Jembatan Bailey yang siap menopang beban berat, proses pembangunan Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.

Also Read

Tinggalkan komentar