
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah melakukan audit investigasi mendalam terhadap pool taksi Xanh SM (Green SM) di Bekasi, Jawa Barat. Audit ini mencakup aspek operasional, teknis, dan sumber daya manusia (SDM) untuk memastikan kepatuhan terhadap kaidah keselamatan dalam memberikan layanan kepada publik. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa proses ini penting untuk memastikan taksi yang beroperasi untuk umum memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
"Kami ingin memastikan betul bagaimana perusahaan tersebut dalam memberikan layanan kepada publik, apakah mematuhi kaidah-kaidah keselamatan, khususnya kaidah operasional sebagai perusahaan taksi yang beroperasi untuk umum," ujar Dudy saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (28/4/2036).
Tim investigasi juga akan mendalami dugaan produk cacat pada taksi Xanh SM yang terlibat dalam kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam. Dudy menjelaskan bahwa proses penerbitan izin kendaraan seharusnya telah melalui tahapan menyeluruh, mulai dari proses produksi, pemeriksaan, hingga uji coba laik jalan. Oleh karena itu, klaim adanya cacat produk harus ditinjau kembali secara komprehensif, termasuk riwayat produksi dan pengujian kendaraan tersebut.
"Jadi mengatakan itu cacat itu harus kita lihat lagi bagaimana kendaraan tersebut dari mulai produksi di pabrik sampai dengan uji tipe, uji laik jalan, dan sebagainya," kata Dudy.
Kemenhub meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil investigasi. Dudy menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran serius dalam audit tersebut. Hasil temuan investigasi akan diumumkan kepada publik.
Sebelumnya, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyatakan bahwa perusahaan masih terus melakukan investigasi terkait kecelakaan yang melibatkan armada Green SM. "Saat ini investigasi masih berlangsung, sehingga kami belum dapat menyampaikan detail teknisnya," ujarnya saat dikonfirmasi Antara, Selasa.
Kariyanto menekankan bahwa VinFast senantiasa mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama bagi mitra mereka. Perusahaan terus memberikan edukasi kepada pengguna kendaraan VinFast di Indonesia mengenai pentingnya keselamatan dan kewaspadaan, terutama di area berisiko seperti perlintasan kereta api. "Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami. Kami terus mengedukasi pengguna untuk mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan, terutama di area berisiko seperti perlintasan kereta," tegas Kariyanto.
Perusahaan layanan transportasi daring Green SM menggunakan varian kendaraan listrik yang diproduksi oleh VinFast. Keduanya berada di bawah naungan Vingroup dan memiliki pemilik yang sama, yaitu Pham Nhat Vuong, yang dikenal sebagai orang terkaya di Vietnam. Hubungan kepemilikan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong kolaborasi antara kedua perusahaan tersebut dalam penyediaan armada transportasi berbasis listrik.











