KAI Tutup 80 Perlintasan Sebidang, 172 Prioritas Utama

Budi Santoso

KAI Tutup 80 Perlintasan Sebidang, 172 Prioritas Utama

PT KAI (Persero) telah mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan keselamatan di jalur kereta api dengan menutup 80 dari 172 perlintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi. Keputusan ini diambil berdasarkan kondisi teknis dan tingkat keselamatan yang terbatas di sejumlah titik. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan perkembangan ini dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR di Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa saat ini terdapat 1.810 titik perlintasan sebidang yang belum memiliki penjagaan memadai. Dari jumlah tersebut, 172 titik telah diidentifikasi sebagai prioritas utama yang wajib ditutup total untuk mencegah potensi kecelakaan. "Per hari kemarin dari 172 (titik perlintasan sebidang), Alhamdulillah telah kami tutup 80," ungkap Bobby.

Lebih lanjut, KAI tidak hanya berfokus pada penutupan, tetapi juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan keselamatan di 1.638 titik perlintasan sebidang lainnya yang menjadi prioritas peningkatan keselamatan oleh pemerintah. Upaya ini mencakup pemasangan palang pintu dan penjagaan yang lebih baik. Bobby mencontohkan, di JPL 86 Jalan Ampera, KAI telah bekerja sama dengan Dishub Bekasi untuk memasang palang pintu dan memastikan adanya penjagaan.

Proses percepatan penanganan ini juga melibatkan koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. KAI dan Ditjen Perkeretaapian akan melakukan inspeksi bersama di 1.638 titik prioritas tersebut. Untuk mendukung langkah ini, KAI telah memulai fabrikasi peralatan yang dibutuhkan dan akan segera dipasang bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :  UMKM Terkendala Legalitas dan Data, Gandung Pardiman Mendesak Solusi

Pertemuan dengan Komisi V DPR ini menjadi momentum penting bagi KAI untuk mempercepat langkah-langkah konkret di lapangan, sekaligus sebagai refleksi atas kejadian kecelakaan yang pernah terjadi sebelumnya. Bobby menegaskan bahwa fokus penanganan akan diarahkan pada percepatan aksi di lapangan, termasuk penutupan 172 perlintasan yang teridentifikasi dan peningkatan penjagaan di ratusan titik lainnya.

"Pengalaman menunjukkan bahwa penjagaan perlintasan mampu menekan risiko kecelakaan secara signifikan. Karena itu, langkah penjagaan, penguatan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi harus dijalankan secara bersamaan," papar Bobby.

Selain peningkatan penjagaan dan penutupan perlintasan, KAI juga berkomitmen untuk memperkuat penerapan teknologi keselamatan. Hal ini mencakup pemanfaatan sistem berbasis komunikasi, GPS, serta pengembangan sistem otomatisasi. Tujuannya adalah untuk mendukung pengendalian operasional yang lebih responsif terhadap potensi risiko dan meningkatkan efektivitas penanganan keadaan darurat. Langkah-langkah komprehensif ini diharapkan dapat meminimalkan angka kecelakaan di perlintasan sebidang dan menciptakan transportasi kereta api yang lebih aman bagi masyarakat.

Also Read

Tinggalkan komentar