
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, memutuskan pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun atau 31% dari laba bersih. Keputusan ini menegaskan komitmen Perseroan dalam menjaga nilai pemegang saham melalui kebijakan terukur, meskipun terus melakukan ekspansi. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa dividen per lembar saham (DPS) tetap Rp156,2, sama seperti periode sebelumnya. Pembagian dividen akan dilakukan pada 19 Juni 2026 bagi pemegang saham yang tercatat pada 4 Juni 2026, dengan sisa laba bersih dialokasikan sebagai laba ditahan untuk cadangan.
Sepanjang 2025, Jasa Marga berhasil menjaga core profit stabil di angka Rp3,7 triliun. Pendapatan usaha mencapai Rp19,8 triliun, naik 5,8% year on year (yoy), didorong oleh pendapatan tol Rp18,2 triliun dan pendapatan usaha lain Rp1,6 triliun. EBITDA Perseroan meningkat menjadi Rp13,3 triliun dengan margin 67%. Stabilitas ini didukung oleh penurunan beban keuangan konsolidasi sebesar 10,5% (yoy), hasil dari aksi korporasi equity financing pada akhir 2024.
Jasa Marga terus memperkuat lini bisnis konsesi, pengoperasian, preservasi, dan pengembangan bisnis prospektif. Sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, Perseroan mengoperasikan 1.294 km dari total konsesi 1.736 km, menguasai 42% pangsa pasar. Transaksi di jalan tolnya mencapai 1,31 miliar kendaraan pada 2025, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) 3,58 juta kendaraan.
Untuk meningkatkan pelayanan, Jasa Marga mengembangkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) berbasis Intelligent Transport System (ITS) yang mampu memprediksi lalu lintas dengan akurasi mendekati 98%. Informasi ini disalurkan melalui aplikasi Travoy, yang pada 2025 diunduh oleh 1,1 juta orang, meningkat 48% dari tahun sebelumnya. Transformasi digital ini berkontribusi pada Customer Satisfaction Index (CSI) 2025 yang mencapai 5,13 dari skala 6, menunjukkan tingkat kepuasan pengguna jalan.
Hingga akhir 2025, terdapat 59 rest area Jasa Marga Group, di mana 26 di antaranya adalah Travoy Rest yang dikelola langsung oleh Jasa Marga. Program rejuvenasi Travoy Rest telah diinisiasi untuk meningkatkan kenyamanan pengguna melalui pembaruan fasilitas, standardisasi pelayanan, penataan tenant, optimalisasi parkir, dan ruang terbuka hijau.
Jasa Marga juga berkomitmen pada lingkungan kerja yang inklusif, sehat, dan mendukung kesetaraan. Program pengembangan human capital seperti beasiswa, dukungan employee well-being melalui Roadster Sportivo, dan pengembangan talenta muda melalui Magang Generasi Bertalenta (Magenta) terus ditingkatkan.
Dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Jasa Marga merealisasikan pembangunan taman lalu lintas, penghijauan, program green rest area melalui water treatment dan waste management, serta penguatan daya saing UMKM melalui pelatihan, sertifikasi, dan pemberdayaan komunitas lokal di rest area.
Sejalan dengan prinsip environmental, social, and governance (ESG), Perseroan mengadopsi inisiatif hijau dalam program Green Toll Road, memanfaatkan energi terbarukan melalui inovasi Hybrid Wind Tree, menyediakan fasilitas kendaraan listrik di rest area, serta memberdayakan komunitas dan meningkatkan kapabilitas SDM.
Jasa Marga melakukan percepatan transformasi strategis dari infra as structure menjadi infra as culture melalui internalisasi budaya kerja JSMR MOVE (Modern, Optimistic, Valuable, Excellent), yang fokus pada pembentukan pola pikir berbasis layanan untuk prioritas customer experience dan customer satisfaction.
Dalam RUPST, disetujui pula penetapan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi. Dewan Komisaris meliputi Komisaris Utama Juri Ardiantoro, serta Syamsul Bachri Yusuf, M Asrorun Ni’am Sholeh, Tedi Kurniawan, Nachrowi Ramli, Rudi Antariksawan, dan Nurul Ghufron sebagai komisaris. Susunan Direksi dipimpin oleh Direktur Utama Rivan A. Purwantono, didampingi Wakil Direktur Utama Andry Tanudjaja, serta direktur-direktur lainnya yang membidangi bisnis, human capital dan transformasi, keuangan dan manajemen risiko, layanan, operasi, dan pengembangan usaha.
Jasa Marga optimistis kinerja 2026 akan semakin kuat melalui implementasi inisiatif strategis yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan penguatan fundamental keuangan. Peningkatan pendapatan dan EBITDA akan diupayakan melalui optimalisasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan penyesuaian tarif tol terukur. Perseroan yakin dapat mempertahankan posisi pemimpin industri jalan tol nasional dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.











