India Naikkan Harga BBM, Rugi Perang AS-Iran Makin dalam

Budi Santoso

India Naikkan Harga BBM, Rugi Perang AS-Iran Makin dalam

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) India yang menguasai 90% pasar ritel bahan bakar minyak (BBM) kembali menaikkan harga solar dan bensin. Ini adalah kenaikan keempat yang dilakukan perusahaan pelat merah tersebut sejak 15 Mei, setelah gelaran pemilihan umum di beberapa negara bagian usai. Langkah ini diambil untuk menekan kerugian yang kian dalam akibat imbas perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang telah menyebabkan kenaikan harga minyak mentah dunia dan gangguan pasokan.

Menurut laporan Reuters, harga solar di India kini naik sebesar 2,71 rupee per liter, sementara harga bensin mengalami kenaikan sebesar 2,61 rupee per liter. Secara akumulatif sejak pertengahan Mei, BUMN seperti Indian Oil Corp (IOC), Bharat Petroleum Corp, dan Hindustan Petroleum Corp, telah menaikkan harga solar sekitar 8,6% dan bensin sekitar 7,8%. Konsekuensinya, harga satu liter bensin di New Delhi kini mencapai 102,12 rupee (sekitar Rp 19.015 dengan kurs Rp 186,20 per rupee), dan harga solar menjadi 95,20 rupee (sekitar Rp 17.724 per liter).

Kenaikan harga BBM ini tak lepas dari situasi global yang memanas, terutama penutupan Selat Hormuz yang mengganggu pasokan minyak. India, sebagai salah satu negara pengimpor minyak terbesar, sangat rentan terhadap gejolak harga energi. Pemerintah India sendiri telah mengambil berbagai langkah penghematan konsumsi BBM dan berupaya menekan tagihan impor minyak mentah. Para pembuat kebijakan di India bersiap menghadapi potensi guncangan energi yang berkepanjangan dan dampak inflasi yang mungkin ditimbulkannya.

Baca Juga :  Luke Mahony Ditunjuk Dirut DSI Berkat Rekam Jejak dan Bahasa Indonesia

Meskipun demikian, pergerakan harga BBM di tingkat konsumen masih bervariasi karena adanya pungutan pajak lokal yang berbeda di setiap negara bagian. Di sisi lain, para pengecer BBM menghadapi tantangan tambahan. Beberapa pelanggan besar dilaporkan beralih ke pompa ritel yang menawarkan harga lebih murah, memaksa para pengecer menelan kerugian.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu, IOC melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam penjualan ritel mereka. Penjualan diesel untuk periode 1-22 Mei tercatat meningkat sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara penjualan bensin juga mengalami kenaikan sebesar 14%. Peningkatan volume penjualan ini mungkin menjadi sedikit penawar di tengah kenaikan harga dan potensi kerugian akibat fluktuasi pasar serta persaingan harga. Situasi ini menunjukkan kompleksitas pasar energi India yang dipengaruhi oleh faktor domestik dan internasional, serta upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah ketidakpastian global.

Also Read

Tinggalkan komentar