
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat komitmen pembangunan dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis bersama PT Dian Jaya Indonesia dan PT Biru Makmur Abadi. Kolaborasi monumental ini akan mewujudkan pembangunan berbagai fasilitas vital, mulai dari akomodasi mewah hingga pusat olahraga modern, yang dirancang untuk memperkaya lanskap perkotaan IKN dan menopang ekosistemnya agar siap menjadi kota masa depan yang dinamis, produktif, dan inklusif.
PT Dian Jaya Indonesia, yang merupakan anak usaha dari Dian Development Co., Ltd. asal Korea Selatan, akan menjadi pionir dalam pembangunan apartemen dan hotel di Zona KIPP Sub WP 1B, tepatnya di jantung Kawasan Pendidikan (Education Precinct). Proyek prestisius ini akan dibangun di atas lahan seluas ±33.201 meter persegi dengan estimasi investasi fantastis sebesar Rp 1,15 triliun. Pembangunan dijadwalkan akan dimulai pada kuartal IV tahun 2026, menandai langkah maju signifikan dalam penyediaan fasilitas hunian dan komersial berkualitas tinggi di IKN.
Sementara itu, PT Biru Makmur Abadi akan berkontribusi dalam pengembangan fasilitas sport center dan restoran di kawasan KIPP 1C. Lokasinya yang strategis, berdekatan dengan kompleks SMA Taruna Nusantara dan Universitas Gunadarma, diharapkan tidak hanya melengkapi kebutuhan aktivitas kawasan pendidikan, tetapi juga memperkaya ragam fasilitas publik yang tersedia. Proyek ini direncanakan mulai dibangun pada kuartal IV tahun 2026, menempati lahan seluas ±16.387 meter persegi dengan estimasi investasi sebesar Rp 50 miliar.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik realisasi proyek-proyek ini. Beliau menekankan bahwa kehadiran apartemen, hotel, pusat olahraga, dan restoran ini akan secara signifikan menambah keragaman fasilitas perkotaan dan memperkuat ekosistem kawasan IKN. "Ini adalah langkah penting untuk mewujudkan IKN sebagai kota yang hidup, produktif, dan inklusif," ujarnya dalam keterangan tertulis. Secara keseluruhan, penandatanganan PKS ini mencatat total estimasi nilai investasi sebesar Rp 1,2 triliun, dengan total kontribusi yang akan dibayarkan mencapai Rp 3,92 miliar.
Optimisme terhadap potensi IKN juga datang dari para investor. Wakil Direktur PT Dian Jaya Indonesia, Cheong Seung Hwa, menyatakan keyakinannya terhadap pengembangan IKN sebagai kawasan modern yang didukung oleh kepastian regulasi dan insentif fiskal yang menarik. "Kami tertarik berinvestasi di IKN karena kawasan ini dirancang sebagai smart city modern dengan kepastian regulasi, insentif fiskal, serta potensi peningkatan nilai properti dan bisnis yang signifikan di masa depan," ungkapnya. Senada dengan itu, Direktur PT Biru Makmur Abadi, Abdul Rohman, melihat IKN sebagai peluang investasi jangka panjang yang strategis, mengingat konsep kota cerdas dan hijau yang diusung pemerintah sangat relevan dengan tren global dan model bisnis perusahaan. (ahi/hns)











