IHSG Tipis, Bursa Asia Kompak Melemah di Jumat Siang

Budi Santoso

IHSG Tipis, Bursa Asia Kompak Melemah di Jumat Siang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas pelemahannya pada jeda perdagangan Jumat (8/5), setelah sempat tertekan signifikan di awal sesi. Data RTI Business mencatat IHSG pada sesi I tercatat melemah tipis 0,08% ke level 7.168,46. Pergerakan indeks sepanjang sesi I cukup fluktuatif, sempat menyentuh level tertinggi di 7.186,83 sebelum akhirnya terkoreksi hingga menyentuh titik terendah pada posisi 7.116,77.

Volume perdagangan pada sesi I menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi, dengan total 23,36 miliar saham diperdagangkan senilai Rp 10,79 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1.424.551 kali, menandakan minat investor yang masih terjaga meskipun pasar dilanda sentimen negatif.

Di tengah pergerakan IHSG yang moderat, mayoritas saham justru mengalami pelemahan. Tercatat sebanyak 398 saham ditutup melemah, berbanding terbalik dengan 245 saham yang berhasil menguat dan 168 saham lainnya stagnan. Kondisi ini mencerminkan adanya tekanan jual yang cukup kuat pada beberapa sektor.

Pelemahan IHSG ini turut sejalan dengan tren negatif yang melanda bursa saham di kawasan Asia. Mayoritas indeks regional terpantau kompak mengalami koreksi, menambah sentimen hati-hati di pasar. Nikkei 225 Index (N225) Jepang misalnya, mengalami koreksi sebesar 0,47% dan berakhir di level 62.532,89.

Demikian pula dengan Hang Seng Index (HSI) Hong Kong yang menunjukkan pelemahan lebih dalam, yakni 1,09% ke posisi 26.335,93. Bursa Shanghai Composite Index (SSEC) di Tiongkok juga tidak luput dari tekanan, tercatat terkoreksi sebesar 0,43% ke level 4.162,27. Bursa Singapura, Straits Times Index (STI), pun mengikuti tren serupa dengan pelemahan 0,49% ke level 4.917,75.

Baca Juga :  Bank Jago Tumbuh Pesat: Nasabah 18 Juta, Laba Naik 115%

Koreksi serentak di bursa regional ini mengindikasikan adanya faktor makroekonomi global yang mungkin membebani sentimen investor di berbagai negara. Kekhawatiran terkait inflasi, kebijakan moneter bank sentral, atau ketegangan geopolitik bisa menjadi pemicu pelemahan ini.

Meskipun IHSG berhasil membatasi pelemahannya di akhir sesi I, kinerja pasar pada sesi II akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen global dan domestik. Investor akan mencermati data ekonomi terbaru dan potensi stimulus yang dapat mendorong pemulihan pasar. Kesiapan pelaku pasar dalam menyerap tekanan jual dan mencari peluang beli di tengah volatilitas akan menjadi kunci pergerakan IHSG selanjutnya. Pergerakan saham-saham unggulan (blue chip) dan saham-saham dengan fundamental kuat berpotensi menjadi penopang utama jika sentimen pasar membaik.

Also Read

Tinggalkan komentar