IHSG Naik 0,22%, TINS Lonjak Tajam, SGER & JPFA Borong Kontrak & Dividen

Budi Santoso

IHSG Naik 0,22%, TINS Lonjak Tajam, SGER & JPFA Borong Kontrak & Dividen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (04/05) dengan positif, membukukan kenaikan 0,22% ke level 6.971,95. Penguatan ini ditopang oleh saham-saham unggulan seperti TLKM, BBRI, dan BREN, meskipun beberapa saham seperti DSSA, GOTO, dan TPIA mengalami pelemahan. Di pasar reguler, investor asing tercatat melakukan jual bersih senilai Rp791,28 miliar, namun secara agregat seluruh pasar masih mencatat beli bersih Rp1,92 triliun. Analisis sektoral menunjukkan bahwa hanya sebagian sektor yang berhasil menguat, dengan sektor siklikal memimpin kenaikan sebesar 2,53%. Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi sektor yang paling tertekan, mengalami penurunan 1,63%.

Pergerakan pasar global turut mewarnai sentimen perdagangan. Bursa saham Amerika Serikat menunjukkan tren pelemahan, tercermin dari penurunan indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq. Pelaku pasar global kini menanti rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal I-2026. Proyeksi menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 5,40%, namun diperkirakan mengalami kontraksi secara kuartalan. Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memberikan tekanan tambahan pada pasar global dengan memicu kenaikan harga komoditas. Indeks ETF Indonesia di luar negeri terpantau melemah, sementara MSCI Indonesia masih menunjukkan penguatan yang didukung oleh faktor domestik.

Dalam ranah emiten, PT Timah Tbk (TINS) mencatat lonjakan kinerja yang luar biasa di awal tahun ini. Laba bersih perusahaan melonjak dramatis menjadi Rp1,50 triliun, melampaui sepuluh kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga mengalami peningkatan signifikan mencapai Rp5,46 triliun. Kinerja impresif ini didorong oleh kenaikan volume penjualan timah hingga 6.009 ton, serta peningkatan harga jual rata-rata. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut memberikan kontribusi positif, mengingat mayoritas penjualan TINS dilakukan ke pasar ekspor.

Baca Juga :  Coway Tingkatkan Kualitas Hidup Sehat di Indonesia

Selanjutnya, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) berhasil mengamankan tambahan kontrak ekspor batu bara senilai US$154,68 juta ke Vietnam untuk periode 2026-2027. Kontrak ini akan mendukung operasional pembangkit listrik Song Hau 1 dan menambah daftar keberhasilan internasional SGER, setelah sebelumnya menjalin kerja sama dengan Filipina dan Bangladesh.

Sementara itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp140 per saham, dengan total nilai mencapai Rp1,62 triliun dari laba tahun buku 2025. Rasio pembagian laba ditetapkan sebesar 40,68%. Kinerja finansial JPFA juga menunjukkan pertumbuhan yang solid, dengan total penjualan mencapai Rp60,72 triliun dan laba bersih sebesar Rp4,00 triliun. Jadwal cum dividen telah ditetapkan pada 8 Mei, dan pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 19 Mei 2026.

Penting untuk diingat bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor, sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Investasi yang bijak adalah kunci keberhasilan finansial.

Also Read

Tinggalkan komentar