
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sepanjang perdagangan sesi I hari ini, Senin (11/5), terperosok ke zona merah. Penurunan ini turut menyeret saham-saham perbankan raksasa di Indonesia, bahkan salah satunya mengalami koreksi hampir 8%. Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG hingga penutupan sesi I tercatat melemah 1,14% ke level 6.890,27. Indeks sempat menyentuh titik terendahnya pada awal perdagangan di angka 6.846,63, menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat.
Volume transaksi hingga sesi I ditutup mencapai 24,17 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,44 triliun. Frekuensi saham yang diperdagangkan pun terbilang tinggi, yaitu sebanyak 1.698.759 kali, mengindikasikan tingginya aktivitas pasar meskipun dalam tren penurunan. Mayoritas saham yang diperdagangkan pada sesi ini tercatat mengalami pelemahan. Data menunjukkan sebanyak 439 saham melemah, sementara hanya 236 saham yang menguat, dan 138 saham lainnya stagnan. Kondisi pasar yang sentimen negatif ini terlihat jelas pada pergerakan saham-saham bank besar yang menjadi tulang punggung pergerakan indeks.
Pelemahan paling drastis terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Saham emiten perbankan pelat merah ini terkoreksi tajam sebesar 7,99%, anjlok ke harga Rp 4.260 per saham. Penurunan ini menunjukkan adanya aksi jual yang cukup masif pada saham BMRI. Diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang juga mengalami pelemahan, meskipun tidak sedalam BMRI. Saham BBRI melemah 1,53% ke level Rp 3.210 per saham.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan koreksi sebesar 1,30%, dengan harga saham mencapai Rp 3.810 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, juga tidak luput dari tekanan. Saham BBCA mengalami koreksi sebesar 0,81% dan diperdagangkan pada harga Rp 6.125 per saham. Keempat saham bank besar ini, yang merupakan komponen penting dalam IHSG, secara kolektif memberikan kontribusi signifikan terhadap pelemahan indeks hari ini. Pergerakan ini perlu dicermati lebih lanjut untuk melihat apakah sentimen negatif ini akan berlanjut pada sesi berikutnya atau akan terjadi pembalikan arah.











