
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan tipis pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Kamis (7/5). Meskipun sempat melonjak hingga 1,5% di awal pembukaan, indeks saham utama Indonesia ini tercatat menguat 0,36% ke level 7.117,97 pada akhir sesi pertama. Puncak penguatan IHSG hari ini sempat menyentuh angka 7.204,78.
Volume perdagangan sesi I tercatat sebanyak 26,12 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 12,32 triliun. Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.548.911 kali. Dalam pergerakan indeks hari ini, sebanyak 339 saham berhasil menguat, sementara 299 saham lainnya mengalami pelemahan, dan 178 saham stagnan.
Namun, di tengah penguatan IHSG secara keseluruhan, seluruh saham yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu justru tercatat mengalami pelemahan signifikan pada sesi pertama perdagangan. Fenomena ini menjadi sorotan utama di pasar modal hari ini.
PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi salah satu saham Prajogo yang melemah, tercatat turun 0,88% ke harga Rp 5.600 per saham. Selanjutnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga mengalami koreksi sebesar 2,02%, diperdagangkan pada harga Rp 1.215 per saham.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT), salah satu pilar bisnis Prajogo, turut terpengaruh sentimen negatif dengan pelemahan 3,06% ke harga Rp 2.220 per saham. Saham yang berfokus pada energi terbarukan, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), bahkan mengalami pelemahan yang lebih dalam, yakni 3,94% ke harga Rp 4.630 per saham.
Perusahaan lain dalam portofolio Prajogo, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), juga tidak luput dari tekanan jual, dengan penurunan 4,35% ke harga Rp 1.100 per saham. Puncak pelemahan terjadi pada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang merupakan emiten petrokimia terbesar milik Prajogo. Saham TPIA mengalami koreksi paling tajam di antara saham-saham Prajogo lainnya, yaitu sebesar 9,41% ke harga Rp 5.775 per saham.
Penurunan tajam pada saham-saham Prajogo ini memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai alasan di balik pergerakan negatif tersebut. Meskipun IHSG secara umum mampu bertahan di zona hijau, pelemahan kolektif saham-saham emiten Prajogo menjadi catatan penting yang patut dicermati dalam analisis pasar selanjutnya. Analis pasar modal menyatakan bahwa pergerakan saham individu, terutama yang dimiliki oleh individu berpengaruh seperti Prajogo Pangestu, dapat memberikan sinyal bagi arah pergerakan sektor atau bahkan indeks secara keseluruhan, meskipun dalam kasus ini IHSG menunjukkan ketahanan yang berbeda.
Perdagangan hari ini juga diwarnai dengan berita terkait proyeksi kekayaan global, di mana Elon Musk diprediksi menjadi triliuner pertama, sementara Prajogo Pangestu menduduki peringkat keempat. Informasi ini, meskipun tidak secara langsung memengaruhi pergerakan saham pada sesi I, dapat memberikan konteks lebih luas mengenai lanskap bisnis global dan dampaknya terhadap sentimen investor. Para analis akan terus memantau perkembangan lebih lanjut di sesi penutupan perdagangan untuk melihat apakah sentimen negatif pada saham-saham Prajogo akan berlanjut atau justru berbalik arah. (ahi/ara)











