IHSG Menguat Dipicu Harapan Perdamaian AS-Iran & Asia Positif

Budi Santoso

IHSG Menguat Dipicu Harapan Perdamaian AS-Iran & Asia Positif

IHSG ditutup menguat tajam 44,30 poin atau 0,72 persen, bertengger di level 6.206,35 pada penutupan perdagangan Senin (25/5/2026). Penguatan ini sejalan dengan pergerakan positif bursa regional Asia, yang didorong oleh sentimen membaiknya risiko global. Harapan akan tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi katalis utama yang menopang optimisme pasar.

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, membaiknya sentimen global ini berasal dari indikasi pejabat senior AS yang menyatakan bahwa kedua negara nyaris mencapai kesepakatan. Kesepakatan ini berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang sangat penting bagi pasokan minyak global. Meski negosiasi persyaratan utama masih berlangsung dan persetujuan akhir diperkirakan memakan waktu beberapa hari, sinyal positif ini telah memberikan harapan akan terciptanya perdamaian di Timur Tengah dan pemulihan aliran minyak serta ekonomi global.

Di pasar domestik, IHSG bergerak fluktuatif, mencerminkan perpaduan sentimen global dan domestik. Narasi kesepakatan AS-Iran menjadi pendorong positif, namun di sisi lain, tekanan terhadap kurs rupiah menjadi sentimen negatif yang perlu dicermati. Laporan Bank Indonesia (BI) mengenai defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sebesar 9,15 miliar dolar AS pada kuartal I 2026, yang jauh lebih besar dibandingkan periode sebelumnya, juga memicu kekhawatiran investor terhadap ketahanan eksternal Indonesia dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.

Baca Juga :  IPA Portabel Semanan Lancar, Akses Air Bersih Warga Terjamin

Meskipun demikian, IHSG berhasil bertahan di teritori positif sepanjang sesi perdagangan. Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, turut mencatat kenaikan signifikan sebesar 10,77 poin atau 1,74 persen, mencapai posisi 631,21.

Analisis sektor menunjukkan penguatan pada tujuh sektor, dengan sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan sebesar 4,20 persen. Sektor properti dan keuangan masing-masing mencatat pertumbuhan 1,23 persen dan 1,14 persen. Sementara itu, empat sektor mengalami pelemahan, yaitu sektor energi yang turun paling dalam 1,94 persen, diikuti oleh sektor barang baku (1,23 persen) dan sektor kesehatan (0,70 persen).

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain GRIA, LAJU, TALF, RONY, dan BBHI. Di sisi lain, saham-saham yang melemah signifikan adalah DFAM, LCKM, ASPR, DAAZ, dan AREA.

Secara keseluruhan, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.065.076 kali transaksi, dengan 27,66 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp 16,95 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 470 saham menguat, 236 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Pergerakan bursa saham regional Asia sore itu juga menunjukkan tren positif. Indeks Nikkei menguat 3,04 persen, indeks Shanghai naik 0,96 persen, indeks Hang Seng bertambah 0,86 persen, dan indeks Straits Times mencatat kenaikan tipis 0,05 persen.

Also Read

Tinggalkan komentar