IHSG Hijau, Emiten Teken Akuisisi & Proyek Baru

Budi Santoso

IHSG Hijau, Emiten Teken Akuisisi & Proyek Baru

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup positif pada Kamis (7/5) dengan kenaikan 1,15% mencapai 7.174,32, didorong oleh saham unggulan seperti BBCA (+4,62%), BBRI (+4,75%), dan MORA (+19,62%). Namun, TPIA terkoreksi tajam 10,20%, diikuti AMMN (-7,20%) dan BRPT (-5,68%). Investor asing masih mencatat jual bersih Rp 360,34 miliar di pasar reguler. Sektor kesehatan memimpin penguatan (+2,01%), sementara basic industry tertekan (-1,62%). Sentimen global negatif datang dari bursa AS yang ditutup melemah. Pasar menanti data cadangan devisa Indonesia April, setelah Maret tercatat US$ 148,15 miliar.

Dalam ranah emiten, Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Sari Murni Abadi (Momogi Group). Akuisisi ini akan memperluas jangkauan bisnis COCO ke jaringan produksi Momogi di Indonesia (Jawa Barat, Jawa Timur) dan Vietnam. Di Vietnam, Momogi berintegrasi dengan Bibica Corporation, emiten makanan ringan yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun, membuka peluang sinergi dan ekspansi pasar yang signifikan bagi COCO.

Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melaporkan progres positif pada proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali, yang telah mencapai 66%. Proyek ini berfokus pada pengembangan infrastruktur logistik utama seperti jetty dan tangki penyimpanan. Fasilitas yang ditargetkan beroperasi pada kuartal I-2027 ini memiliki kapasitas produksi 827 ribu ton soda kaustik dan 500 ribu ton EDC per tahun. Produksi soda kaustik diproyeksikan mengurangi ketergantungan impor senilai US$293 juta per tahun, sementara produk EDC akan diarahkan untuk ekspor dengan potensi devisa US$300 juta per tahun. Selama konstruksi, proyek ini menyerap 3.000 tenaga kerja dan diproyeksikan menciptakan 250 lapangan kerja baru saat operasional penuh.

Baca Juga :  Dolar AS Menguat ke Rp 17.888, Rupiah Tertekan

Di sektor telekomunikasi, Indosat Tbk (ISAT) memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 111 per saham, dengan total nilai Rp 3,57 triliun, setara 64,91% dari laba bersih. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. ISAT membukukan pertumbuhan pendapatan 1,13% menjadi Rp 56,52 triliun di 2025, dengan laba bersih naik 10,34% menjadi Rp 5,82 triliun. Cum date dividen ditetapkan pada 13 Mei 2026 dan pembayaran dijadwalkan 5 Juni 2026. Saham ISAT ditutup pada Rp 2.150 pada Kamis (7/5).

Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.

Also Read

Tinggalkan komentar