IHSG Bergerak Dua Arah, Saham Bank Besar Terkoreksi

Budi Santoso

IHSG Bergerak Dua Arah, Saham Bank Besar Terkoreksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang fluktuatif sepanjang sesi I perdagangan hari ini, Selasa, 26 Mei. Setelah sempat dibuka menguat tajam di awal sesi, indeks saham andalan Indonesia ini kemudian berbalik arah dan mengalami koreksi hingga menembus level 6.100-an. Data perdagangan yang dirilis oleh RTI Business mencatat bahwa IHSG tercatat melemah 0,91% dan ditutup pada level 6.149,68 pada akhir sesi pertama. Bahkan, di beberapa momen, pelemahan indeks sempat menembus angka lebih dari 1%, menyentuh level 6.132,34, berbanding terbalik dengan posisi pembukaan yang sempat menyentuh 6.286,87.

Volume transaksi yang tercatat pada sesi I ini cukup signifikan, mencapai 15,32 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,12 triliun. Sementara itu, frekuensi saham yang diperdagangkan mencapai 1.215.837 juta transaksi hingga penutupan sesi pertama.

Kondisi pasar yang bergejolak ini tercermin dari pergerakan saham secara keseluruhan. Tercatat, sebanyak 253 saham berhasil menguat, namun jumlah saham yang melemah justru lebih banyak, yaitu 396 saham, dan 169 saham lainnya bertahan stagnan.

Mayoritas saham perbankan besar yang menjadi penopang IHSG turut mengalami koreksi sepanjang sesi I. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin pelemahan di antara bank-bank besar, dengan penurunan sebesar 2,21% dan ditutup pada harga Rp 3.100 per saham. Disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah 1,64% ke level Rp 6.000 per saham.

Baca Juga :  Transmart Full Day Sale: Diskon Gila-gilaan Hingga 50% + 20% Hari Ini!

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga tidak luput dari tekanan, mencatat pelemahan sebesar 1,54% dan diperdagangkan pada harga Rp 3.830 per saham. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), meskipun mengalami pelemahan, relatif lebih stabil dengan penurunan 0,47% dan ditutup pada harga Rp 4.200 per saham. Pelemahan saham-saham perbankan besar ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini, mengindikasikan adanya aksi jual yang cukup kuat dari para investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar. Pergerakan IHSG di dua arah ini menunjukkan adanya ketidakpastian di pasar saham domestik, yang mungkin dipengaruhi oleh berbagai sentimen ekonomi dan global yang sedang berkembang.

Also Read

Tinggalkan komentar