IHSG Anjlok Dekati 6.300, Investor Asing Jual Bersih Rp 1,53 T

Budi Santoso

IHSG Anjlok Dekati 6.300, Investor Asing Jual Bersih Rp 1,53 T

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (18/5) menunjukkan tren pelemahan signifikan sejak pembukaan. Hingga pukul 09.41 WIB, IHSG terpantau terus merosot dan mendekati level psikologis 6.300-an. Berdasarkan data perdagangan RTI Business, indeks saham unggulan Indonesia ini mengalami koreksi tajam sebesar 3,66% ke level 6.476,91. Tak lama berselang, pelemahan semakin dalam, menyentuh angka 6.452,97 dengan penurunan mencapai 4,02%.

Pergerakan IHSG ini merupakan kelanjutan dari pelemahan yang terjadi sejak awal pembukaan perdagangan, yang sempat berada di level 6.631,28. Volume perdagangan tercatat cukup aktif dengan 10,25 miliar saham diperdagangkan, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 5,59 triliun. Dari total 832.322 saham yang diperdagangkan sejak pagi, mayoritas menunjukkan tren negatif. Tercatat hanya 86 saham yang menguat, sementara 590 saham mengalami pelemahan, dan 61 saham lainnya stagnan. Ketidakseimbangan antara saham menguat dan melemah ini mengindikasikan sentimen negatif yang dominan di pasar modal Indonesia.

Pelemahan tajam IHSG ini diduga kuat terkait dengan pengumuman dari dua penyedia indeks saham global terkemuka, yaitu MSCI dan FTSE Russell, yang dirilis pada Rabu (13/5) lalu. Pengumuman tersebut tampaknya memicu aksi jual yang berkelanjutan dari investor. Pada hari pengumuman tersebut, IHSG juga tercatat mengalami koreksi sebesar 1,98% hingga ditutup pada level 6.723,32.

Lebih lanjut, pada periode pengumuman tersebut, pasar modal Indonesia mencatat aksi jual bersih (net foreign sell) yang cukup besar, yaitu sebesar Rp 1,53 triliun. Angka ini memperdalam catatan aksi jual bersih investor asing sepanjang tahun berjalan, yang secara kumulatif telah mencapai Rp 40,82 triliun. Arus keluar dana asing yang signifikan ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan IHSG.

Baca Juga :  Fasilitas Air Bersih RO di Pulau Obi Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Analisis pasar menunjukkan bahwa sentimen negatif ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian global terkait perkembangan pandemi COVID-19, prospek ekonomi domestik, serta perubahan kebijakan atau penilaian dari indeks global yang dapat berdampak pada alokasi portofolio investor asing. Dengan terus melemahnya IHSG dan tingginya aksi jual asing, investor domestik dihimbau untuk tetap berhati-hati dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Pasar akan terus mencermati perkembangan data ekonomi dan berita terkait kebijakan moneter serta stimulus ekonomi yang mungkin dikeluarkan oleh pemerintah untuk menstabilkan pasar. Investor juga menantikan respons pasar terhadap pengumuman dari MSCI dan FTSE Russell dalam jangka panjang, serta dampaknya terhadap aliran dana investasi di pasar saham Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar