IHSG Anjlok 3,48%, Saham Big Bank dan Konglomerat Tertekan

Budi Santoso

IHSG Anjlok 3,48%, Saham Big Bank dan Konglomerat Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini, Kamis (4/6). IHSG merosot tajam sebesar 3,48% ke level 5.734,25 pada penutupan sesi pertama. Pelemahan ini dipicu oleh mayoritas saham yang juga terkoreksi, mencerminkan sentimen negatif di pasar modal. Berdasarkan data perdagangan RTI Business, indeks saham Garuda bahkan sempat menembus level terendahnya pada angka 5.644,23, menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat.

Volume transaksi pada sesi I tercatat mencapai 22,84 miliar lembar saham dengan nilai total Rp 12,73 triliun. Frekuensi perdagangan saham juga cukup tinggi, mencapai 1.384.192 kali transaksi. Papan perdagangan utama LQ45 tidak luput dari pelemahan, terkoreksi hingga 3,21% ke posisi 570,075. Distribusi saham menunjukkan dominasi pelemahan, dengan 683 saham tercatat melemah, sementara hanya 63 saham yang menguat dan 62 saham lainnya stagnan.

Sektor saham perbankan besar atau "big bank" juga menunjukkan pelemahan kompak. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) misalnya, mengalami koreksi sebesar 5,32% menjadi Rp 3.380 per saham. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyusul dengan pelemahan 3,79% ke harga Rp 2.790 per saham. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), salah satu saham unggulan, juga tidak terhindar dari tren pelemahan, tercatat turun 3,62% ke level Rp 5.325 per saham.

Selain saham perbankan, saham-saham emiten milik konglomerat juga menjadi pemberat pergerakan IHSG. PT Bukit Uluwati Villa Tbk (BUVA), yang terafiliasi dengan Hapsoro, mengalami koreksi cukup dalam sebesar 12,41% ke harga Rp 635 per saham. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), milik Prajogo Pangestu, juga menunjukkan pelemahan signifikan hingga 10,53% ke harga Rp 1.445 per saham.

Baca Juga :  KAI Percepat Evakuasi KRL Usai Insiden Argo Bromo Anggrek di Bekasi

Emiten lain yang turut menekan IHSG adalah PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), milik Haji Isam, yang melemah 9,56% ke harga Rp 246 per saham. Grup Bakrie melalui PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) juga mencatatkan pelemahan sebesar 9,17% ke harga Rp 99 per saham. Pelemahan yang merata di berbagai sektor, terutama pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar dan saham konglomerat, menjadi indikasi adanya tekanan jual yang luas di pasar saham domestik pada sesi perdana hari ini. Investor tampaknya sedang mencermati berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan pasar, mendorong aksi jual yang agresif.

Also Read

Tinggalkan komentar