IHSG Ambles Akibat Sentimen MSCI, Sektor Ini Terdampak

Budi Santoso

IHSG Ambles Akibat Sentimen MSCI, Sektor Ini Terdampak

Pada Kamis, 29 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB. Meskipun demikian, IHSG berhasil memangkas koreksinya pada akhir sesi pertama. Pada tengah hari, IHSG tercatat terperosok tajam 492 poin atau anjlok 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan pada IHSG hari ini masih sangat dibayangi oleh sentimen negatif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga pemeringkat global tersebut menyoroti kekhawatiran investor internasional terkait kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham di Indonesia. Situasi ini berdampak signifikan pada pergerakan saham di pasar, di mana tercatat sebanyak 720 saham mengalami penurunan, 65 saham naik, dan 22 saham stagnan. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan pergerakan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.

Sentimen negatif ini semakin diperkuat oleh pengumuman MSCI May 2026 Index Review yang dirilis pada Rabu, 13 Mei 2026. Dalam tinjauan indeks pasar Indonesia ini, enam emiten saham Indonesia resmi dikeluarkan dari daftar MSCI Global Standard Index. Keenam emiten tersebut adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Tbk (BREN), PT Transparency International Indonesia Tbk (TPIA), PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DSSA), PT Anugerah Kreasi Gemilang Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Keluarnya saham-saham ini dari indeks global menunjukkan penurunan representasi saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index, yang berpotensi mengurangi minat investor asing.

Baca Juga :  Realisasi Belanja Pemerintah Q1 2026 Capai Rp 815 Triliun

Dampak dari keluarnya saham-saham ini langsung terlihat pada perdagangan hari Rabu pagi. IHSG dibuka melemah 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke level 6.763,94. Sementara itu, indeks 45 saham unggulan atau LQ45 juga dibuka melemah 5,90 poin atau sekitar 0,88 persen ke level 663,94. Saham-saham emiten yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index pun mengalami pelemahan signifikan. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) tercatat melemah 5,3 persen ke level 1.340, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun drastis 9,83 persen ke level 3.670.

Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, dalam kajiannya di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa rebalancing MSCI Mei 2026 cenderung berada di bawah ekspektasi pasar. "Jumlah saham Indonesia yang dikeluarkan lebih banyak dari perkiraan awal, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Kondisi ini mencerminkan penurunan representasi saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Index," ujarnya. Kekhawatiran mengenai transparansi struktur kepemilikan saham menjadi isu krusial yang perlu segera diatasi oleh regulator pasar modal Indonesia untuk mengembalikan kepercayaan investor global dan menjaga stabilitas IHSG. Dampak keluarnya emiten dari indeks global ini tidak hanya mempengaruhi pergerakan harga saham yang bersangkutan, tetapi juga dapat menciptakan efek domino pada sektor-sektor terkait dan persepsi pasar secara keseluruhan terhadap prospek investasi di Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar