
Pembangunan ekonomi daerah dan kemandirian fiskal di Kabupaten Halmahera Selatan dan Provinsi Maluku Utara (Malut) mengalami lonjakan signifikan berkat hilirisasi nikel. Transformasi dari ekspor mineral mentah menjadi industri pengolahan dan turunan nikel telah membuka ruang fiskal lebih besar bagi pemerintah daerah, yang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara substansial. Data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI menunjukkan tren positif yang mengagumkan.
Di Halmahera Selatan, PAD yang pada tahun 2020 sebesar Rp 75,40 miliar, sempat mengalami fluktuasi namun melonjak drastis pada tahun 2023 menjadi Rp 180,92 miliar. Puncak capaian terjadi pada tahun 2025 dengan Rp 244,07 miliar, menunjukkan pertumbuhan lebih dari tiga kali lipat sejak 2020. Peningkatan ini memungkinkan pemerintah daerah untuk mengalokasikan dana lebih besar bagi infrastruktur, pendidikan, kesehatan, layanan publik, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Provinsi Maluku Utara juga merasakan dampak positif serupa. PAD yang pada tahun 2020 sebesar Rp 447,29 miliar, mengalami lonjakan tertinggi pada tahun 2024 mencapai Rp 1.082,09 miliar. Meskipun ada sedikit penurunan pada tahun 2023 dan 2025, secara keseluruhan PAD Malut tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam periode 2020-2025. Pertumbuhan ini secara tidak langsung juga berkontribusi pada peningkatan kapasitas pembangunan daerah.

Selain peningkatan PAD, industri hilirisasi nikel juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja formal di Malut. Tingkat tenaga kerja formal menunjukkan tren peningkatan, bahkan karyawan dari Harita Nickel yang berasal dari Malut mencapai 42,8% pada 2024. Harita Nickel juga aktif berkontribusi melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR), seperti Mechanic Talent Pool Program (MTPP) untuk peningkatan SDM, dan program Soligi Zero Stunting di Pulau Obi yang fokus pada intervensi gizi dan edukasi kesehatan.
Kepala Dinas DPMPTSP Halmahera Selatan, Nasyir J. Koda, mengapresiasi kepatuhan PT Harita Group dalam memenuhi kewajibannya, termasuk pembayaran pajak dan retribusi daerah. Ia mencatat bahwa kontribusi perusahaan ini sangat nyata, melampaui target yang ditetapkan dan memberikan nilai tambah besar bagi daerah.
Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses BP Taskin, Novrizal Tahar, menyoroti keberhasilan Harita Nickel dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan di wilayah 3T. Program PPM yang berorientasi pada kemandirian dan pemberdayaan berkelanjutan dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjadikannya mesin penggerak ekonomi lokal.
Harita Nickel juga berperan dalam membangun infrastruktur dasar seperti sistem air bersih, jaringan listrik, dan perumahan layak huni bagi masyarakat lokal. Pendekatan komprehensif ini memperkuat fondasi sosial-ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, membuktikan bahwa hilirisasi nikel tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi, tetapi juga kesejahteraan sosial.











