
Harga sebagian besar komoditas pangan terpantau mengalami kenaikan rata-rata nasional menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 27 Mei 2026. Kenaikan ini meliputi minyak goreng, cabai rawit, hingga daging sapi, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) per Minggu, 24 Mei 2026.
Meskipun harga beras medium I stabil di angka Rp 16.150 per kilogram, komoditas beras kualitas super I justru mengalami kenaikan sebesar 0,29%, menjadi Rp 17.450 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada minyak goreng curah yang naik 0,24% menjadi Rp 20.600 per kilogram.
Lonjakan harga yang paling signifikan terlihat pada komoditas cabai. Harga cabai rawit merah melonjak tajam sebesar 7,93%, mencapai Rp 73.500 per kilogram. Cabai merah keriting pun tidak luput dari kenaikan, tercatat naik 6,09% menjadi Rp 54.900 per kilogram. Cabai merah besar mengalami kenaikan 5,02% menjadi Rp 57.550 per kilogram, sementara cabai rawit hijau naik 7,44% menjadi Rp 54.150 per kilogram.
Daging sapi juga menunjukkan tren kenaikan. Harga daging sapi kualitas I naik 0,41% menjadi Rp 148.300 per kilogram, dan daging sapi kualitas II naik 0,22% menjadi Rp 139.450 per kilogram.
Beberapa komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah bawang merah ukuran sedang, yang naik 2% menjadi Rp 48.350 per kilogram.
Sementara itu, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Gula pasir kualitas premium turun 0,25% menjadi Rp 20.200 per kilogram, dan gula pasir lokal turun 0,26% menjadi Rp 19.150 per kilogram. Telur ayam ras segar juga mengalami penurunan 1,45%, kini dijual seharga Rp 30.500 per kilogram. Daging ayam ras segar juga tercatat turun 0,65% menjadi Rp 38.500 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang justru turun tipis 0,39% menjadi Rp 38.650 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerek 1 dijual seharga Rp 23.900 per kilogram, dan minyak goreng bermerek 2 Rp 23.100 per kilogram. Beras medium II dibanderol Rp 16.000 per kilogram, dan beras kualitas super II Rp 16.950 per kilogram.
Tren kenaikan harga pangan menjelang hari raya keagamaan seperti Idul Adha merupakan fenomena yang kerap terjadi akibat peningkatan permintaan. Pemerintah melalui PIHPS BI terus memantau pergerakan harga untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat. Kenaikan harga cabai yang signifikan ini patut menjadi perhatian karena merupakan salah satu bumbu dapur utama yang digunakan dalam berbagai masakan. Masyarakat diharapkan dapat melakukan antisipasi dalam berbelanja kebutuhan pokok guna menghadapi fluktuasi harga yang terjadi. Upaya stabilisasi harga diharapkan dapat terus dilakukan oleh pihak terkait.











