Harga Emas Meroket, PT Hartadinata Abadi Raih Laba Rp433 Miliar

Budi Santoso

Harga Emas Meroket, PT Hartadinata Abadi Raih Laba Rp433 Miliar

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatat kinerja luar biasa di kuartal I 2026, dengan lonjakan pendapatan sebesar 196,96 persen (year on year/yoy) mencapai Rp20,16 triliun, naik dari Rp6,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pesat ini turut mendorong peningkatan laba bersih perseroan sebesar 189,48 persen (yoy) menjadi Rp433,49 miliar, melonjak dari Rp149,75 miliar. Sandra Sunanto, Direktur Utama HRTA, mengungkapkan bahwa pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan volume penjualan dan penguatan harga emas global.

Menyikapi antusiasme pasar yang tinggi, Galeri 24 Salemba, Jakarta, melaporkan peningkatan aktivitas pembelian emas dalam tiga minggu terakhir. Meskipun logam mulia sempat mengalami tren pelemahan, fluktuasi harga tidak menyurutkan minat masyarakat yang justru memprediksi kenaikan harga emas berkelanjutan. Untuk memastikan seluruh pelanggan terlayani, pembelian logam mulia dibatasi maksimal dua keping per transaksi. Per 31 Oktober 2025, harga jual logam mulia di Galeri 24 tercatat Rp2.407.000 per gram.

Di tingkat korporasi, HRTA berfokus pada penguatan ekosistem bisnis emas terintegrasi, optimalisasi kapasitas produksi, dan perluasan jaringan distribusi untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Volume penjualan emas murni HRTA melonjak 75,18 persen (yoy) menjadi 7,83 ton, sejalan dengan kenaikan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 71,01 persen (yoy) menjadi Rp2.567.213 per gram.

Segmen grosir masih mendominasi kontribusi pendapatan HRTA dengan 90,60 persen, termasuk dari bullion bank dan perbankan syariah. Segmen ritel menyumbang 9,13 persen, sementara segmen gadai sebesar 0,26 persen.

Baca Juga :  LRT Jakarta Fase 1B: Uji Coba Jalur Sukses, Progres 92,76%

Pergerakan harga emas sepanjang April 2026 dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik. Perkembangan konflik di Timur Tengah, fluktuasi harga minyak, ekspektasi kebijakan The Fed, serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah turut mewarnai pasar. Pada April 2026, harga emas diperdagangkan di kisaran 4.717 dolar AS per troy ounce, setelah sempat menyentuh level di atas 4.800 dolar AS per troy ounce di awal tahun. Fenomena ini menunjukkan betapa dinamisnya pasar emas dan bagaimana berbagai faktor eksternal dapat memengaruhi nilai aset safe haven ini. Minat masyarakat yang tinggi terhadap emas sebagai instrumen investasi yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi menjadi pendorong utama lonjakan permintaan dan harga.

Also Read

Tinggalkan komentar