
Harga emas Antam kembali menguat pada Rabu (7/1/2026), menembus angka Rp2.584.000 per gram. Kenaikan ini sebesar Rp35.000 dari harga sebelumnya Rp2.549.000 per gram. Fenomena ini menarik minat masyarakat untuk berinvestasi, salah satunya adalah Angga (30), seorang pemilik usaha kuliner yang mulai berinvestasi emas sebulan terakhir. Angga memilih emas logam mulia karena dinilai lebih aman dan memiliki kepastian nilai dibandingkan instrumen investasi lainnya. Ia mendapatkan informasi investasi emas dari seorang teman, sebelumnya ia hanya mengandalkan tabungan di bank. Angga optimis dengan potensi kenaikan harga emas di masa depan dan berencana membeli hingga 20 gram emas fisik untuk dimiliki dan disimpan langsung.
Sementara itu, di laman Sahabat Pegadaian pada Selasa (19/5/2026), pukul 06.03 WIB, harga emas UBS, Antam, dan Galeri24 dilaporkan mengalami penurunan. Harga emas UBS tercatat Rp2.788.000 per gram, Antam Rp2.861.000 per gram, dan Galeri24 Rp2.756.000 per gram. Penurunan ini terjadi jika dibandingkan dengan harga pada Senin (18/5/2026), di mana emas UBS dibanderol Rp2.793.000, Antam Rp2.866.000, dan Galeri24 Rp2.764.000 per gram.
Perbedaan harga ini menunjukkan fluktuasi pasar yang dinamis. Galeri24 menawarkan emas dalam berbagai kuantitas, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Emas UBS tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan emas Antam di Sahabat Pegadaian memiliki pilihan ukuran dari 0,5 gram hingga 100 gram. Untuk harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia, pembaruan biasanya dilakukan setelah pukul 08.30 WIB.
Berikut adalah rincian harga emas per gram untuk produk Galeri24 per 19 Mei 2026:
- 0,5 gram: Rp 1.446.000
- 1 gram: Rp 2.756.000
- 2 gram: Rp 5.444.000
- 5 gram: Rp 13.511.000
- 10 gram: Rp 26.951.000
- 25 gram: Rp 67.015.000
- 50 gram: Rp 133.923.000
- 100 gram: Rp 267.714.000
- 250 gram: Rp 667.640.000
- 500 gram: Rp 1.335.279.000
- 1.000 gram: Rp 2.670.557.000
Pergerakan harga emas yang terus berubah ini menjadi pertimbangan penting bagi para investor maupun masyarakat yang ingin melakukan pembelian. Angga, misalnya, dengan keyakinannya pada potensi kenaikan harga emas, memilih untuk segera memiliki aset fisik. Hal ini mencerminkan strategi investasi yang mengutamakan kepemilikan langsung dan potensi apresiasi nilai jangka panjang. Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, baik dari teman maupun laman resmi, menjadi bekal penting dalam mengambil keputusan investasi emas di tengah dinamika pasar yang ada.











