
Harga emas Antam kembali mengalami pelemahan pada pagi hari ini, Jumat (15/5/2026), dengan penurunan signifikan sebesar Rp 20.000 per gram. Logam mulia yang menjadi acuan investasi ini kini dijual di kisaran Rp 2.819.000 per gram untuk emas 24 karat, menandai penurunan sekitar 0,7%.
Menurut data resmi dari situs Logam Mulia Antam, variasi harga berdasarkan ukuran menunjukkan dinamika pasar yang menarik. Satuan harga terkecil, yaitu emas dengan berat 0,5 gram, dibanderol seharga Rp 1.463.149. Sementara itu, untuk ukuran yang lebih besar, emas 10 gram dijual dengan harga Rp 27.754.213. Puncak dari penawaran emas Antam hadir dalam ukuran 1.000 gram atau 1 kilogram, yang dibanderol dengan harga fantastis Rp 276.802.280. Perlu dicatat bahwa semua harga yang tertera sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,25%.
Tidak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami tren penurunan yang sejalan. Harga buyback tercatat berada di level Rp 2.636.000 per gram. Harga buyback ini merupakan patokan bagi investor yang ingin menjual kembali emas mereka kepada Antam.
Lebih lanjut, penting untuk memahami implikasi pajak pada transaksi buyback. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback yang melebihi nilai Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%. Pajak ini akan dipotong secara langsung dari total nilai transaksi saat proses buyback berlangsung, sehingga investor perlu memperhitungkan hal ini dalam kalkulasi keuntungan atau kerugian mereka.
Rincian lengkap harga emas Antam per Jumat (15/5/2026) adalah sebagai berikut:
- Emas 0,5 gram: Rp 1.463.149
- Emas 1 gram: Rp 2.826.048
- Emas 2 gram: Rp 5.591.945
- Emas 3 gram: Rp 8.362.855
- Emas 5 gram: Rp 13.904.675
- Emas 10 gram: Rp 27.754.213
- Emas 25 gram: Rp 69.259.718
- Emas 50 gram: Rp 138.440.238
- Emas 100 gram: Rp 276.802.280
- Emas 250 gram: Rp 691.740.038
- Emas 500 gram: Rp 1.383.269.550
- Emas 1.000 gram: Rp 2.766.499.000
Penurunan harga emas ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global maupun domestik, seperti pergerakan nilai tukar mata uang, inflasi, kebijakan suku bunga bank sentral, serta sentimen pasar terhadap aset safe haven. Para investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya sebelum mengambil keputusan investasi. (hal/eds)











