Harbour Energy Jual Aset Migas RI Rp 3,5 T ke Prime Group

Budi Santoso

Harbour Energy Jual Aset Migas RI Rp 3,5 T ke Prime Group

Perusahaan energi Inggris, Harbour Energy, telah menyelesaikan penjualan sebagian aset hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia kepada Prime Group senilai 215 juta dolar AS atau setara dengan Rp 3,5 triliun. Transaksi strategis ini mencakup pelepasan 28,67 persen kepemilikan operasional Harbour di Natuna Sea Block A serta 50 persen kepemilikan operasional pada proyek pengembangan Lapangan Tuna yang berlokasi di perairan Indonesia. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi Harbour Energy untuk merampingkan portofolio globalnya dan mengalokasikan modal secara lebih efektif pada aset-aset yang dinilai memiliki nilai tambah lebih tinggi. Managing Director Harbour Indonesia, Steve Cox, menyatakan bahwa penjualan aset di Indonesia ini menandai sebuah tonggak strategis bagi perusahaan.

Langkah ini mencerminkan pendekatan disiplin Harbour Energy dalam mengelola portofolio bisnisnya di tengah dinamika industri energi global yang terus berubah. Meskipun melepaskan sebagian besar asetnya di Indonesia, Harbour Energy tetap mempertahankan eksistensinya di kawasan tersebut melalui kepemilikan pada sejumlah aset eksplorasi dan pengembangan migas di Laut Andaman.

Sementara itu, akuisisi ini secara signifikan memperkuat posisi Prime Group di sektor energi nasional Indonesia. Sebelumnya, Prime Group telah memiliki kepentingan bisnis di beberapa aset migas Indonesia, termasuk Natuna Sea Block B. Para pengamat industri menilai langkah Prime Group ini menunjukkan peningkatan minat perusahaan domestik untuk memainkan peran yang lebih besar dalam pengelolaan aset-aset energi strategis di dalam negeri. Akuisisi ini juga dipandang dapat memperkuat posisi perusahaan nasional dalam upaya pengembangan sumber daya migas Indonesia, seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi jangka panjang negara.

Baca Juga :  Investor Muda Capai 54 Persen, OJK Perkuat Perlindungan Pasar Modal

Harbour Energy sendiri dikenal sebagai salah satu perusahaan energi independen terbesar di Inggris, dengan portofolio aset yang tersebar di berbagai kawasan dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini telah menjalankan strategi optimalisasi aset guna meningkatkan efisiensi operasional dan memfokuskan investasi pada wilayah-wilayah yang dianggap paling prospektif. Cox menyampaikan apresiasinya kepada para rekan kerja di Indonesia atas kontribusi mereka selama bertahun-tahun. Penyelesaian transaksi ini menandai dimulainya babak baru dalam pengelolaan aset migas Natuna dan Lapangan Tuna, yang selama ini memegang peranan penting dalam pengembangan energi di kawasan perairan Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar