
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, meresmikan groundbreaking proyek Nitrate Complex PT Bara Blasting Perkasa di Kawasan Industri Maspion Gresik, menandai penguatan posisi daerah sebagai pusat investasi strategis nasional dan industri hilirisasi di Jawa Timur. Proyek petrokimia ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat rantai pasok nasional melalui produksi bahan peledak industri serta pupuk yang krusial untuk ketahanan pangan.
Yani mengapresiasi kepercayaan investor yang terus menanamkan modal di Gresik, menegaskan iklim investasi yang kompetitif, aman, dan terpercaya. Ia menyoroti testimoni positif mengenai keamanan dan daya tarik investasi Gresik, yang menjadi kebanggaan daerah. Peningkatan investasi tahunan mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap ekosistem industri Gresik yang matang.
Investasi yang masuk diharapkan memberikan multiplier effect, khususnya dalam membuka peluang kerja bagi generasi muda Gresik yang terampil. Pertumbuhan investasi ini juga akan mendorong sektor UMKM dan ekonomi pendukung lainnya. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif dan memperkuat kualitas SDM lokal agar mampu memenuhi kebutuhan industri modern. Bupati mendoakan kelancaran pembangunan proyek dan manfaatnya bagi masyarakat.
Acara groundbreaking dihadiri oleh CEO Maspion Group Alim Markus, Direktur Utama PT Bara Blasting Perkasa Mei Suryawan, jajaran komisaris, unsur Forkopimda, tokoh agama, dan tamu undangan. Alim Markus mengapresiasi iklim keamanan dan kondusivitas investasi di Gresik sebagai faktor penting pertumbuhan industri. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaku usaha menciptakan rasa aman bagi investor. Stabilitas dan keamanan menjadi modal utama pertumbuhan investasi berkelanjutan. Alim menekankan pentingnya perencanaan kawasan industri yang matang, memperhatikan aspek keamanan, mitigasi lingkungan, dan keberlanjutan jangka panjang.
Mei Suryawan menjelaskan bahwa investasi di Gresik merupakan ekspansi strategis kedua perusahaan, menunjukkan keyakinan pada keamanan, kondusivitas, dan ekosistem industri yang solid di daerah ini. Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik dan seluruh stakeholder menjadi bukti. Pabrik ini akan memproduksi amonium nitrat untuk industri pertambangan dan konstruksi, serta mengembangkan pupuk NPK sebagai bentuk hilirisasi amonia.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan memperkuat kemandirian industri nasional dengan mengurangi ketergantungan impor. Proyek ini bertujuan agar Indonesia menjadi tuan rumah produk industrinya sendiri, mendukung ketahanan energi dan pangan, serta memberikan dampak ekonomi regional melalui peningkatan PAD, penyerapan tenaga kerja, penguatan logistik, pergudangan, transportasi, hingga aktivitas pelabuhan. Progres pembangunan proyek saat ini mencapai sekitar 33 persen, dengan target penyelesaian sesuai jadwal, standar kualitas, dan prinsip keselamatan kerja yang ketat.











