Gresik Dukung Hilirisasi Tembaga-Emas Terintegrasi Rp116 T

Budi Santoso

Gresik Dukung Hilirisasi Tembaga-Emas Terintegrasi Rp116 T

Pemerintah Kabupaten Gresik secara aktif mendukung program hilirisasi nasional melalui pengembangan industri berbasis nilai tambah. Dukungan ini diwujudkan dengan partisipasi Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dalam acara groundbreaking proyek hilirisasi tahap kedua yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto secara hybrid. Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan serentak di 13 titik di seluruh Indonesia, dengan pusat acara di Cilacap. Sementara itu, di Gresik, fokus kegiatan terpusat di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, yang dipilih sebagai lokasi strategis untuk pengembangan hilirisasi tembaga dan emas secara terintegrasi.

Proyek hilirisasi di Gresik merupakan bagian dari 13 proyek strategis nasional fase kedua, yang menelan total investasi signifikan mencapai sekitar Rp116 triliun. Pengembangan hilirisasi di wilayah ini akan difokuskan pada dua komoditas utama, yaitu tembaga dan emas. Kedua komoditas ini akan dikembangkan dalam satu ekosistem industri terintegrasi yang kuat, dengan keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan bahwa hilirisasi merupakan kunci utama untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa hilirisasi adalah jalan fundamental menuju kebangkitan dan kemajuan bangsa Indonesia, serta menyebut proyek ini sebagai langkah besar dan bersejarah bagi negara.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turut menambahkan bahwa program hilirisasi ini menjadi tonggak awal perjalanan menuju Indonesia yang lebih maju, yang dicapai melalui kolaborasi lintas sektor yang solid. Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa program hilirisasi ini akan berjalan dalam beberapa fase, dengan rencana pengembangan total sekitar 30 proyek strategis nasional di masa mendatang.

Baca Juga :  LPS Pertahankan Bunga Penjaminan 3,50% untuk Rupiah

Pengembangan hilirisasi tembaga dan emas di Gresik akan dilakukan secara komprehensif, mencakup seluruh rantai nilai dari hulu hingga hilir. Prosesnya akan meliputi pengolahan konsentrat tembaga di fasilitas smelter, produksi lumpur anoda, hingga tahap pemurnian untuk menghasilkan emas batangan murni dan berbagai produk logam mulia lainnya. Lebih lanjut, proyek ini juga mencakup pembangunan fasilitas industri lanjutan yang krusial, seperti brass mill dan brass cup, dengan kapasitas produksi awal yang ditargetkan mencapai 10.000 ton per tahun. Selain itu, akan dilakukan produksi batang tembaga, kawat tembaga, dan pipa tembaga, yang semuanya bertujuan untuk memperkuat kapabilitas manufaktur logam mulia dalam negeri.

Seluruh ekosistem industri yang terintegrasi ini akan didukung penuh oleh sinergi kuat antara berbagai BUMN terkemuka, termasuk MIND ID, PT Freeport Indonesia, Antam, Pindad, dan Pelindo. Keunggulan kawasan JIIPE yang memiliki infrastruktur industri terintegrasi, akses logistik dan pelabuhan yang memadai, konektivitas multimoda yang efisien, serta layanan perizinan dan administrasi yang terpadu, menjadi pondasi penting bagi keberhasilan proyek ini. Pemerintah Kabupaten Gresik memandang proyek hilirisasi ini sebagai langkah strategis yang vital untuk memperkuat struktur ekonomi daerah, membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat, serta secara signifikan meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global. Dengan hadirnya hilirisasi tembaga dan emas yang terintegrasi ini, Gresik semakin memantapkan posisinya sebagai pusat industri berbasis nilai tambah yang unggul dan menjadi elemen krusial dalam peta besar hilirisasi nasional menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Baca Juga :  Jasa Marga Lantik Direksi Baru, Rivan A. Purwantono Pimpin Perusahaan

Also Read

Tinggalkan komentar