Gangguan Teknis Ujian CAT Kopdeskel, BKN Imbau Peserta Tetap Tenang

Budi Santoso

Gangguan Teknis Ujian CAT Kopdeskel, BKN Imbau Peserta Tetap Tenang

Badan Kepegawaian Negara (BKN) angkat bicara mengenai keluhan peserta ujian seleksi manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih yang berbasis Computer Assisted Test (CAT). Sejumlah peserta memprotes di media sosial terkait adanya gangguan teknis yang menyebabkan jawaban pada layar berubah sendiri. Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho, mengimbau peserta untuk tidak panik dan berhati-hati dalam mengklik jawaban.

Wisudo mengakui adanya beberapa kendala di lapangan, salah satunya adalah durasi penyelesaian soal yang menjadi tantangan bagi peserta. Ia menekankan bahwa setiap jawaban yang diklik simpan akan langsung masuk ke dalam basis data, sehingga tidak perlu melakukan klik berulang. Jika data yang tersimpan di layar terlihat berbeda dari pilihan awal, hal tersebut bukan berarti jawaban berubah, melainkan adanya jeda waktu akibat lonjakan lalu lintas jaringan. Oleh karena itu, peserta disarankan untuk memberikan jeda waktu agar sistem dapat memproses secara optimal dan menghindari penumpukan beban saat pengiriman jawaban ke server.

BKN memastikan bahwa sistem CAT dirancang untuk mampu mengakomodir pelaksanaan tes secara masif dan bersamaan, termasuk aspek keamanan selama proses ujian. Sistem ini telah melalui berbagai pengujian untuk menjamin keadilan dan transparansi dalam proses seleksi. Peserta diharapkan memahami mekanisme pengerjaan ujian yang telah diatur dalam Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024, yang juga telah teruji dalam pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).

Baca Juga :  10 Perusahaan Sawit Terlibat Manipulasi Ekspor CPO, Rugikan Negara Triliunan

Dalam tahap ujian CAT, peserta akan menghadapi dua jenis tes utama: Tes Potensi Kognitif dan Tes Substansi Manajemen. Tes Potensi Kognitif dirancang untuk mengukur kecepatan kerja (speed) dan kemampuan berpikir (power) peserta. Skema soal bertujuan menilai kemampuan peserta dalam memproses informasi dan menyelesaikan soal secara akurat dalam batasan waktu yang ditentukan, sehingga memerlukan strategi pengerjaan yang efektif. BKN telah menyiapkan sarana, prasarana, dan infrastruktur teknologi yang memadai untuk memastikan peserta dapat mengikuti ujian secara maksimal. Wisudo menambahkan bahwa sistem CAT telah dirancang dengan kemudahan yang teruji, sehingga peserta dapat mengoptimalkan pengerjaan ujian dengan memahami mekanisme yang ada. Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024 memberikan panduan mendalam mengenai hal ini.

Also Read

Tinggalkan komentar