
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia menjadi tulang punggung perekonomian nasional, berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, di balik angka gemilang tersebut, banyak pelaku UMKM masih berjuang menghadapi tantangan fundamental terkait literasi keuangan dan adopsi teknologi digital. Permasalahan umum yang kerap ditemui meliputi pencampuran dana pribadi dan bisnis, kesulitan dalam menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), serta kurangnya pemanfaatan ekosistem pembayaran digital yang telah tersedia luas. Menyadari urgensi ini, Netzme hadir dengan solusi inovatif bernama Gang Dagang, sebuah program gamifikasi yang dirancang khusus untuk meningkatkan literasi keuangan dan digital para pelaku UMKM.
Gang Dagang menawarkan pendekatan pembelajaran yang revolusioner, berbeda dari metode konvensional yang cenderung kaku. Program ini mengusung konsep gamifikasi, mengubah proses belajar menjadi pengalaman interaktif, aplikatif, dan relevan dengan realitas bisnis sehari-hari. Peserta diajak bermain dalam simulasi bisnis yang menyerupai kondisi usaha nyata. Setiap tahapan pembelajaran terintegrasi dengan sesi enrichment class yang dipandu langsung oleh para ahli dari Ruangguru. Dengan demikian, setiap "permainan" yang dimainkan peserta dapat diterjemahkan menjadi strategi bisnis yang praktis dan siap diterapkan langsung pada usaha mereka. Dalam cohort perdananya, program ini menyeleksi 50 pelaku UMKM terpilih untuk mengikuti kurikulum pembelajaran intensif selama lima bulan.
Peluncuran program ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, mengapresiasi kolaborasi Netzme dan Ruangguru. "Kami menyambut baik program ini, sejalan dengan semangat Jakpreneur dan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong transformasi digital serta meningkatkan kapasitas pelaku UMKM," ujar Suharini. Ia menambahkan bahwa DKI Jakarta, sebagai pusat ekonomi dan transformasi digital nasional, merupakan lokasi strategis untuk cohort pertama Gang Dagang.
Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DKI Jakarta, Roes Dina Martha, selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran, juga menyatakan apresiasinya. "Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara Netzme dengan Ruangguru ini sebagai bentuk nyata kontribusi sektor swasta dalam mendukung peningkatan dan pemberdayaan UMKM Indonesia," tuturnya. Roes berharap inisiatif serupa dapat terus berlanjut, bersinergi antara swasta, pemerintah, dan otoritas, untuk mengakselerasi digitalisasi UMKM, penguasaan ekosistem pembayaran, serta penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing.
Dalam implementasinya, Gang Dagang secara mulus mengintegrasikan ekosistem pembayaran Netzme, termasuk QRIS Soundbox dan Kasir Digital, ke dalam pengalaman belajar para peserta. Setiap dua minggu sekali, peserta akan dihadapkan pada tantangan "Sales Race", sebuah kompetisi kolektif untuk meningkatkan jumlah dan frekuensi transaksi QRIS Netzme pada usaha mereka. Sistem leaderboard turut dihadirkan sebagai pemacu semangat dan kompetisi sehat antar peserta.
Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, menegaskan komitmen Netzme dalam membangun ekosistem yang tidak hanya menyediakan infrastruktur pembayaran digital, tetapi juga meningkatkan kapabilitas pelaku usaha. "Sebagai PJP berlisensi Bank Indonesia Kategori 1, kami percaya bahwa infrastruktur pembayaran digital saja tidak cukup. UMKM Indonesia membutuhkan literasi yang menyertainya. Gang Dagang adalah bentuk komitmen kami untuk membangun ekosistem yang tidak hanya menyediakan akses, tetapi juga meningkatkan kapabilitas pelaku usaha agar tidak sekadar bertransaksi digital, tetapi juga mampu bertumbuh dari transaksi tersebut," jelas Vicky.
Arman Wiratmoko, Chief of Corporate Strategy & Financial Officer Ruangguru, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini. "Kami sangat antusias berkolaborasi dengan Netzme untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus berdampak nyata. Kami percaya pembelajaran literasi keuangan ini juga merupakan sebuah investasi bagi para pelaku usaha UMKM ke depannya. Gamifikasi terbukti meningkatkan engagement dan retensi pengetahuan, terutama bagi pelaku UMKM yang sibuk," katanya. Arman berharap game Gang Dagang ini menjadi bekal nyata bagi keseharian bisnis para UMKM dan memberikan nilai tambah bagi semua pihak.
Tidak hanya terbatas pada program cohort, game Gang Dagang juga dapat diakses oleh masyarakat umum melalui platform gangdagang.id. Ini menjadi sarana pembelajaran literasi keuangan dan digital yang interaktif dan mudah dipahami oleh siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi bisnisnya. (kil/kil)











