FAA Pangkas Target Pengontrol Lalu Lintas Udara AS di Tengah Beban Kerja Tinggi

Budi Santoso

FAA Pangkas Target Pengontrol Lalu Lintas Udara AS di Tengah Beban Kerja Tinggi

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) secara signifikan memangkas target jumlah pengontrol lalu lintas udara bersertifikat menjadi 12.563 orang, sebuah penurunan drastis dari target sebelumnya yang mencapai 14.633 orang. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tingginya beban kerja dan lonjakan biaya lembur yang dialami oleh para pengontrol dalam beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan sumber daya manusia. FAA menyatakan bahwa penerapan model kepegawaian modern dan alat penjadwalan yang lebih canggih diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan tenaga kerja pengontrol lalu lintas udara. Inovasi ini diharapkan mampu menekan kebutuhan akan jam kerja lembur yang berlebihan, yang selama ini menjadi salah satu faktor utama tingginya biaya operasional.

Laporan mendalam dari National Academies of Sciences yang diterbitkan tahun lalu menyoroti betapa mengkhawatirkannya peningkatan biaya lembur bagi pengontrol lalu lintas udara. Biaya ini dilaporkan melonjak lebih dari 300% sejak tahun 2013, melampaui angka 200 juta dolar AS. Peningkatan tajam ini sebagian besar disebabkan oleh alokasi tenaga kerja yang dinilai kurang tepat sasaran dan sistem penjadwalan yang dinilai tidak efisien, menyebabkan para pengontrol harus bekerja ekstra di luar jam normal. Kondisi ini tentu berdampak pada kesejahteraan pengontrol dan potensi kesalahan yang bisa timbul akibat kelelahan.

Pada April 2026, FAA mencatat bahwa jumlah pengontrol lalu lintas udara bersertifikat yang aktif bertugas di lebih dari 300 fasilitas lalu lintas udara di seluruh Amerika Serikat mencapai sekitar 11.000 orang. Namun, angka ini belum termasuk sekitar 4.000 pengontrol yang saat ini masih dalam tahap pelatihan intensif untuk mendapatkan sertifikasi penuh. Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa sekitar 1.000 individu yang sebelumnya telah memiliki sertifikasi penuh kini kembali menjalani pelatihan di fasilitas pengendalian lalu lintas udara yang baru, sebuah indikasi adanya adaptasi terhadap teknologi dan prosedur baru. Situasi inilah yang mendorong FAA untuk segera melakukan modernisasi menyeluruh pada sistem penjadwalan dan manajemen tenaga kerja mereka guna meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Perhatikan PPh Buyback

Kinerja tenaga kerja pengontrol lalu lintas udara FAA pada tahun 2024 semakin menggarisbawahi urgensi perbaikan ini. Tercatat sebanyak 2,2 juta jam lembur yang dihabiskan oleh para pengontrol, dengan total biaya mencapai 200 juta dolar AS. Jika dibandingkan dengan tahun 2013, peningkatan jam lembur per pengontrol lalu lintas udara mencapai 308%, yang berarti rata-rata seorang pengontrol kini bekerja tambahan 126 jam per tahun, dengan total rata-rata mencapai 167 jam lembur per tahun. Angka-angka ini memberikan gambaran jelas mengenai tekanan kerja yang dihadapi, dan menjadi landasan kuat bagi FAA untuk melakukan restrukturisasi guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih berkelanjutan dan operasional yang lebih optimal.

Also Read

Tinggalkan komentar