Evaluasi Menyeluruh Operator Taksi Green SM Pasca Kecelakaan Kereta

Budi Santoso

Evaluasi Menyeluruh Operator Taksi Green SM Pasca Kecelakaan Kereta

Insiden maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam lalu, telah memicu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operator taksi online asal Vietnam, Green SM. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh aspek operasional, teknis, dan sumber daya manusia dari perusahaan tersebut telah memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa audit investigasi yang tengah berlangsung ini mencakup pemeriksaan mendalam terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU). Fokus evaluasi tidak hanya pada kelayakan kendaraan, tetapi juga pada kompetensi dan kesehatan para pengemudi.

Kemenhub ingin memastikan Green SM benar-benar mematuhi kaidah-kaidah keselamatan dalam memberikan layanan kepada publik. Hal ini penting mengingat peran krusial taksi online dalam mobilitas masyarakat sehari-hari. Dudy menegaskan bahwa Kemenhub tidak akan ragu untuk menindak tegas operator taksi "hijau" ini jika ditemukan pelanggaran serius. Meskipun rincian tindakan spesifik belum diungkapkan, penegasan ini menunjukkan keseriusan Kemenhub dalam menjaga keselamatan transportasi.

Sebelumnya, pada Selasa (28/4) malam, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pool taksi Xanh SM (Green SM) di Bekasi, Jawa Barat. Sidak ini merupakan tindak lanjut langsung dari kecelakaan kereta di Bekasi Timur, dengan tujuan utama memastikan penerapan SMK PAU berjalan sesuai ketentuan. Pool Green SM di Bekasi dipilih karena merupakan lokasi operasional awal dari kendaraan yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Baca Juga :  Mafia Pangan Diberantas: 260 Kasus Diserahkan ke Hukum

Inspeksi yang dilakukan mencakup pemeriksaan kelengkapan administrasi, kelaikan teknis kendaraan, kesiapan operasional armada, serta elemen-elemen keselamatan lainnya. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan angkutan umum, terdapat beberapa elemen kunci yang harus dipatuhi sesuai dengan SMK PAU. Pemeriksaan ini meliputi seluruh siklus keselamatan, mulai dari inspeksi pra-perjalanan (pre-trip inspection) hingga evaluasi kompetensi dan kesehatan pengemudi.

"Kami ingin memastikan sistem manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum, termasuk Green SM, telah dilaksanakan sesuai ketentuan," ujar Aan Suhanan. Ia menambahkan bahwa hasil pemeriksaan awal telah menunjukkan adanya beberapa temuan yang akan didalami lebih lanjut oleh Kemenhub. Hal ini menunjukkan bahwa proses evaluasi tidak hanya bersifat formalitas, tetapi akan ditindaklanjuti dengan kajian mendalam untuk memastikan perbaikan dan pencegahan di masa mendatang. Komitmen Kemenhub dalam melakukan evaluasi dan penindakan ini diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan transportasi publik secara keseluruhan.

Also Read

Tinggalkan komentar