ESDM Minta Bahan Bakar Bobibos Jalani Uji Teknis Lemigas Segera

Budi Santoso

ESDM Minta Bahan Bakar Bobibos Jalani Uji Teknis Lemigas Segera

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi meminta PT Inti Sinergi Formula, produsen bahan bakar alternatif Bobibos, untuk segera menjalani uji teknis menyeluruh di Lemigas. Langkah ini sangat krusial guna memastikan kelayakan, kualitas, serta keamanan produk sebelum dipasarkan secara luas kepada masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil identifikasi awal, pemerintah menemukan bahwa spesifikasi produk Bobibos saat ini belum sepenuhnya memenuhi sejumlah parameter standar yang ditetapkan, baik untuk kategori Bahan Bakar Nabati (BBN) maupun Bahan Bakar Minyak (BBM).

Bobibos sendiri merupakan inovasi energi terbarukan yang lahir dari kreativitas anak bangsa. Bahan bakar ini diklaim memiliki kadar oktan atau Research Octane Number (RON) yang tinggi serta menghasilkan emisi yang rendah, sehingga dianggap ramah lingkungan. Keunggulan utamanya terletak pada pemanfaatan limbah pertanian, yakni jerami, sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan dua jenis bahan bakar, yaitu bensin dan solar. Inovasi ini pertama kali diperkenalkan secara publik di Bumi Sultan Jonggol, Bogor, Jawa Barat, sebagai solusi potensial untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi fosil.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, menegaskan bahwa pengujian laboratorium merupakan tahapan wajib untuk menentukan klasifikasi produk serta menjamin kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dalam pertemuan yang digelar di Jakarta, Ditjen Migas kembali memanggil pihak produsen untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium. Proses evaluasi ini akan mencakup pengambilan sampel dari tangki penyimpanan dengan mengacu pada standar internasional ASTM D4057. Melalui hasil uji teknis tersebut, pemerintah akan menentukan apakah Bobibos dapat dikategorikan sebagai BBN atau BBM, yang menjadi syarat mutlak sebelum izin edar diberikan.

Baca Juga :  Transmart Full Day Sale: Rak Besi Diskon Drastis Jadi Rp 800 Ribuan

Pemerintah pada dasarnya sangat terbuka dan mendukung penuh setiap inovasi energi alternatif yang dapat memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, aspek keamanan konsumen tetap menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Pengujian ketat di Lemigas bertujuan untuk mencegah risiko teknis yang merugikan, seperti potensi kerusakan pada mesin kendaraan akibat spesifikasi bahan bakar yang tidak sesuai standar. PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi secara proaktif dengan Lemigas guna memenuhi seluruh tahapan teknis dan administratif yang diminta. Dengan adanya standardisasi ini, diharapkan produk inovasi dalam negeri dapat memiliki daya saing yang tinggi serta memberikan kepastian hukum dan kualitas bagi seluruh pengguna di masa depan.

Also Read

Tinggalkan komentar