
Ekspor Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif di awal tahun 2026, mencapai US$44,32 miliar pada Januari-Februari, naik 2,19% dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh komoditas unggulan seperti nikel dan produk turunannya, serta minyak kelapa sawit mentah (CPO). Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menyoroti lonjakan ekspor nikel sebesar 55,9%, diikuti CPO sebesar 28,8%, dan sektor otomotif yang tumbuh 26,15%.
Meskipun dihadapkan pada ketidakpastian global dan konflik geopolitik yang berpotensi memperlambat ekspor manufaktur, Faisal optimistis bahwa kenaikan harga komoditas, khususnya batu bara dan CPO, akan menjadi penahan pelemahan ekspor secara keseluruhan. Ia menjelaskan bahwa meskipun volume ekspor komoditas mungkin menurun, kenaikan harga akan mengkompensasinya, menciptakan "windfall" bagi perekonomian Indonesia.
Senada dengan Faisal, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, juga memprediksi kenaikan harga komoditas energi, batu bara, dan minyak sawit akan menopang nilai ekspor. Ia memperkirakan ekspor secara tahunan hanya akan mengalami sedikit penurunan sebesar -0,09% yoy, sebagian dipengaruhi oleh faktor libur Idul Fitri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekspor non-migas Indonesia meningkat 2,82% menjadi US$42,35 miliar. Tiongkok, Amerika Serikat, dan India menjadi tiga negara tujuan ekspor terbesar, menyumbang sekitar 43,85% dari total ekspor non-migas. Tiongkok menjadi pasar utama dengan nilai ekspor US$10,46 miliar, didominasi oleh besi, baja, nikel, dan bahan bakar mineral. Amerika Serikat menyusul dengan US$5 miliar, dengan komoditas unggulan berupa mesin, perlengkapan elektrik, alas kaki, dan pakaian. India menyerap ekspor senilai US$3,11 miliar.
Dari sisi domestik, tiga provinsi yang berkontribusi terbesar terhadap ekspor nasional pada Januari-Februari 2026 adalah Jawa Barat (US$6,45 miliar), Sulawesi Tengah (US$4,03 miliar), dan Kepulauan Riau (US$3,85 miliar). Ketiga provinsi ini secara kumulatif memberikan kontribusi sebesar 32,35% terhadap total ekspor nasional, menunjukkan peran penting mereka dalam mendorong kinerja ekspor Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.











