DPR: Dongkrak Kredit Perbankan Jadi Tantangan Utama Sektor Keuangan

Budi Santoso

DPR: Dongkrak Kredit Perbankan Jadi Tantangan Utama Sektor Keuangan

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tantangan krusial dalam sektor jasa keuangan Indonesia, yaitu upaya untuk kembali mendongkrak pertumbuhan kredit perbankan agar menembus angka dua digit (di atas 10 persen). Pernyataan ini disampaikan Misbakhun saat memberikan sambutan dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026). Ia menekankan bahwa pertumbuhan kredit perbankan pada tahun 2025 lalu tercatat sebesar 9,7 persen, yang merupakan kali pertama dalam sejarah berada di bawah angka 10 persen. Situasi ini menjadi tantangan signifikan yang harus segera diatasi.

Misbakhun menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit yang mencapai level dua digit memiliki dampak positif yang sangat besar melalui efek pengganda atau multiplier effect. Pertumbuhan kredit yang tinggi diyakini akan menjadi motor penggerak utama investasi di berbagai sektor. Sektor perbankan yang kuat, lanjutnya, akan memberikan implikasi positif terhadap sektor riil, yang pada gilirannya akan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pembiayaan yang kuat dan merata ke semua lini usaha, baik untuk korporat, konsumen, maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), akan memberikan dorongan yang sangat serius bagi pertumbuhan semua jenis usaha.

Lebih lanjut, Misbakhun memaparkan bahwa penguatan sektor perbankan dan peningkatan pertumbuhan kredit pada akhirnya akan berujung pada penguatan daya beli masyarakat Indonesia. Peningkatan daya beli masyarakat ini merupakan salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Konsumsi domestik memang telah terbukti menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan pertumbuhan kredit perbankan menjadi sangat strategis demi menciptakan siklus ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Prospek Pasar Modal Indonesia Cerah Jangka Panjang, Kata CEO Danantara

Tantangan ini, menurut Misbakhun, memerlukan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan seluruh pelaku industri jasa keuangan. Perlu ada kebijakan yang tepat sasaran untuk mendorong penyaluran kredit, baik melalui pelonggaran regulasi yang terukur maupun insentif yang relevan. Selain itu, perlu juga ada upaya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih percaya diri dalam memanfaatkan fasilitas kredit yang tersedia untuk berbagai keperluan produktif maupun konsumtif. Dengan demikian, sektor jasa keuangan dapat kembali menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang tangguh.

Also Read

Tinggalkan komentar