Dorong CNG, Solusi Cepat Kurangi Impor LPG Nasional

Budi Santoso

Dorong CNG, Solusi Cepat Kurangi Impor LPG Nasional

Pemerintah didesak untuk segera mengoptimalkan pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif krusial dalam upaya mengurangi ketergantungan impor LPG yang masih tinggi. Langkah ini dinilai tidak hanya strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menawarkan solusi yang lebih efisien dan ekonomis. Anggota Komisi XII DPR RI, Yulisman dari Fraksi Partai Golkar, menyoroti bahwa dengan sekitar 80% kebutuhan LPG nasional dipenuhi dari impor, diperlukan terobosan yang tidak hanya berfokus pada solusi jangka panjang seperti pembangunan jaringan gas (jargas), tetapi juga solusi cepat dan fleksibel seperti CNG.

Menurut Yulisman, CNG dapat menjadi solusi transisi yang realistis mengingat Indonesia memiliki sumber gas domestik yang melimpah. Tantangannya terletak pada bagaimana mendistribusikan gas tersebut secara efektif kepada masyarakat dan sektor usaha. Berbeda dengan LPG yang mayoritas berasal dari impor, CNG memanfaatkan gas alam dalam negeri, sehingga secara ekonomi lebih efisien dan mampu mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama dalam hal subsidi energi.

Pengembangan CNG sangat relevan diterapkan di daerah-daerah yang kaya akan potensi gas namun belum terjangkau oleh jaringan pipa gas konvensional. Wilayah seperti Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan memiliki peluang besar untuk menjadi percontohan implementasi skema ini. Di daerah-daerah penghasil gas ini, CNG dapat diaplikasikan mulai dari skala industri, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pemenuhan kebutuhan rumah tangga melalui skema "virtual pipeline". Pendekatan ini memungkinkan pemanfaatan gas domestik secara optimal di wilayah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur gas pipa.

Baca Juga :  PLTMG Sumbawa 2 Beroperasi, Perkuat Ketahanan Energi NTB

Keberhasilan negara lain seperti India, Pakistan, dan Argentina dalam mengembangkan CNG menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan gas domestik secara optimal dapat menekan ketergantungan terhadap energi impor sekaligus meningkatkan efisiensi energi nasional. Yulisman menekankan bahwa pengembangan CNG harus menjadi bagian integral dari strategi besar ketahanan energi nasional. Selain itu, perlu didukung pula percepatan pembangunan jargas di wilayah perkotaan dan pengembangan program hilirisasi energi seperti gasifikasi batubara. Sinergi berbagai upaya ini merupakan langkah konkret menuju kemandirian energi nasional yang lebih kokoh. Dengan mengoptimalkan potensi gas domestik melalui CNG, Indonesia dapat mengurangi defisit neraca perdagangan energi dan memperkuat fondasi ekonomi nasional di masa depan.

Also Read

Tinggalkan komentar