Distribusi Farmasi Kuat, Perusahaan Cetak Laba di Ekonomi Sulit

Budi Santoso

Distribusi Farmasi Kuat, Perusahaan Cetak Laba di Ekonomi Sulit

Industri distribusi farmasi dan alat kesehatan menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Kinerja positif ini tercermin dari pertumbuhan pendapatan dan laba yang dicatat oleh sejumlah perusahaan kesehatan pada kuartal pertama tahun 2026. Keberhasilan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk penguatan infrastruktur distribusi, ekspansi kemitraan strategis, serta upaya efisiensi operasional yang berkelanjutan.

Salah satu perusahaan yang membukukan kinerja mengesankan adalah PT Medela Potentia Tbk (MDLA). Hingga 31 Maret 2026, perusahaan ini berhasil mencatat penjualan neto sebesar Rp4,03 triliun, mengalami peningkatan dari Rp3,9 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan ini secara langsung berdampak positif pada laba periode berjalan, yang meningkat 7,4 persen menjadi Rp119,32 miliar. Kontributor utama dari pertumbuhan pendapatan ini masih didominasi oleh penjualan produk farmasi, yang menyumbang Rp3,26 triliun. Sementara itu, penjualan alat kesehatan memberikan kontribusi sebesar Rp394,5 miliar, dan produk kesehatan menyumbang Rp380,2 miliar.

Harris Lesmana, Investor Relations Director PT Medela Potentia Tbk, menjelaskan bahwa perseroan terus berupaya memperkuat fondasi pertumbuhannya. Hal ini dilakukan melalui pengembangan infrastruktur distribusi yang lebih modern dan efisien, penambahan prinsipal atau mitra baru yang strategis, serta penjajakan kerja sama di sektor alat kesehatan. "Perseroan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui pengembangan infrastruktur distribusi, penambahan prinsipal, serta penjajakan kerja sama strategis di bisnis alat kesehatan dengan mitra global untuk menghadirkan produk berkualitas yang diproduksi di dalam negeri," ujar Harris.

Baca Juga :  Prabowo Sering ke Luar Negeri, Dino Patti Djalal Soroti Biaya Besar

Sebagai bagian dari strategi ekspansi yang gencar dilakukan, perusahaan juga memiliki rencana untuk meresmikan gedung dan gudang baru cabang PT Anugrah Argon Medica di Medan. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan distribusi farmasi di wilayah barat Indonesia, sebuah pasar yang memiliki potensi besar. Selain itu, pada kuartal pertama tahun 2026, perusahaan telah berhasil menambah tiga prinsipal baru. Penambahan ini bertujuan untuk memperkuat portofolio bisnis yang dimiliki dan meningkatkan posisi kompetitif perusahaan di pasar yang semakin dinamis.

Di sisi lain, PT Medela Potentia Tbk juga menunjukkan komitmen kuat terhadap implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dalam aspek lingkungan, perusahaan mulai mengadopsi penggunaan armada mobil listrik untuk kegiatan distribusi farmasi. Langkah ini melengkapi operasional 106 unit motor listrik yang telah digunakan di 15 cabang yang tersebar di 13 kota, menunjukkan keseriusan dalam mengurangi jejak karbon.

Pada aspek sosial, perusahaan terus melanjutkan program pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai daerah. Program ini merupakan bagian integral dari upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit kronis yang menjadi perhatian utama. Dengan memberikan akses kesehatan yang lebih baik, perusahaan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sementara itu, pada aspek tata kelola, perusahaan secara tegas menyatakan komitmennya untuk terus menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh lini operasional. Hal ini penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas dalam setiap pengambilan keputusan.

Baca Juga :  MSCI Bekukan Saham GOTO Akibat Likuiditas Rendah

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada Selasa, 12 Mei 2026, perseroan juga telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp176,56 miliar, yang setara dengan Rp12,6 per saham. Selain itu, pemegang saham juga telah menyetujui perubahan susunan direksi, dengan pengangkatan Juliwaty sebagai Direktur Utama menggantikan Krestijanto Pandji, menandai babak baru dalam kepemimpinan perusahaan.

Also Read

Tinggalkan komentar