
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin melakukan peninjauan mendalam terhadap operasional perjalanan kereta api, baik Commuter Line maupun Kereta Api Jarak Jauh, di sepanjang lintas Manggarai hingga Bekasi Timur. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh operasional berjalan aman dan terkendali, terutama menjelang kembalinya aktivitas normal pada hari kerja. Titik awal peninjauan adalah Stasiun Manggarai, yang merupakan simpul utama operasional, sebelum bergerak menyusuri jalur hingga Stasiun Bekasi Timur. Dalam kunjungannya, Bobby Rasyidin secara langsung mengamati kondisi perjalanan KRL, kelancaran pergerakan kereta api jarak jauh, serta efektivitas layanan pendampingan yang masih terus berlangsung di lokasi-lokasi terdampak.
Setibanya di Stasiun Bekasi Timur, perhatian khusus diberikan kepada Posko Informasi yang telah didirikan. Posko ini berfungsi sebagai pusat pendampingan dan informasi bagi para pelanggan serta keluarga mereka yang terdampak insiden. Selanjutnya, peninjauan berlanjut ke RS Primaya Bekasi Timur dan RS Primaya Bekasi Barat. Di fasilitas kesehatan ini, Bobby Rasyidin ingin memastikan kondisi terkini para pelanggan yang masih menjalani perawatan medis. Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan dukungan moril secara langsung kepada mereka. Bobby Rasyidin menyampaikan apresiasi yang tulus atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan oleh berbagai pihak yang hadir dan terlibat dalam proses penanganan pasca-insiden. Di area Stasiun Bekasi Timur, terlihat adanya rangkaian bunga dan berbagai bentuk ungkapan doa dari masyarakat, yang menunjukkan perhatian dan kepedulian mendalam terhadap para pelanggan yang mengalami musibah.
Dalam pernyataannya, Bobby Rasyidin menekankan bahwa kepedulian yang ditunjukkan oleh banyak pihak menjadi kekuatan besar bagi KAI untuk terus melangkah maju. "Saat ini fokus kami adalah memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, mendampingi pelanggan dan keluarga mereka, serta menjaga keselamatan perjalanan ke depan. Kami berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap tahapan proses yang dijalani," ujar Bobby dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (3/5/2026). Komitmen ini mencerminkan keseriusan KAI dalam menangani dampak insiden dan memastikan kenyamanan serta keamanan seluruh pengguna jasa kereta api.
Sejalan dengan upaya pemulihan yang terus digalakkan, KAI secara berkala terus memantau kondisi para pelanggan. Per Ahad (3/5/2026) pukul 07.00 WIB, data menunjukkan bahwa sebanyak 81 pelanggan yang sebelumnya dirawat kini telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan perawatan yang memadai. Namun, masih terdapat 19 pelanggan lainnya yang terus menjalani penanganan medis lanjutan di rumah sakit. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa pendampingan intensif terus dilakukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar dan optimal. KAI, lanjut Anne, secara proaktif terus memantau kondisi kesehatan pelanggan yang masih dirawat, serta memastikan seluruh kebutuhan medis mereka terpenuhi tanpa terkecuali.
"Bagi pelanggan yang sudah kembali ke rumah, pendampingan akan tetap kami lanjutkan sesuai dengan kebutuhan mereka," tegas Anne. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian KAI tidak berhenti pada saat pelanggan keluar dari rumah sakit, melainkan berlanjut hingga mereka benar-benar pulih sepenuhnya.
Bagi pelanggan yang telah melakukan pengobatan secara mandiri, KAI telah menyediakan mekanisme pengajuan klaim atau reimbursement untuk meringankan beban biaya yang timbul. Anne menjelaskan bahwa persyaratan untuk mengajukan klaim meliputi bukti pembayaran yang mencantumkan data perjalanan, identitas pelanggan yang jelas, kuitansi beserta rincian biaya pengobatan, resume medis dari dokter, serta salinan rekening bank. Setelah seluruh berkas dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat, proses klaim akan segera dikoordinasikan dengan pihak asuransi yang bersangkutan. "Proses klaim ini diharapkan dapat diselesaikan paling lambat dalam waktu 21 hari kerja setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap. Pihak terkait bersama KAI akan menghubungi pelanggan kembali untuk memberikan informasi perkembangan klaim," sambung Anne.
Lebih lanjut, Anne menyampaikan bahwa layanan trauma healing juga disediakan bagi para pelanggan yang membutuhkan dukungan psikologis. Pengajuan layanan ini dapat dilakukan melalui Posko Informasi yang telah didirikan atau melalui nomor call center KAI di 0812-9660-5747. Pendampingan awal dapat difasilitasi melalui telemedicine, sementara untuk keluarga pelanggan yang memerlukan penanganan secara langsung, KAI juga siap memberikan dukungan emosional dan psikologis yang dibutuhkan. Langkah ini menunjukkan komitmen KAI untuk tidak hanya menangani aspek fisik, tetapi juga aspek mental dan emosional para korban.











