
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengumumkan rencana pembangunan infrastruktur Double-Double Track (DDT) hingga Cikarang. Pembangunan ini bertujuan memisahkan jalur kereta jarak jauh berkecepatan tinggi dengan KRL Commuter Line, guna meningkatkan keselamatan dan efisiensi transportasi kereta api. Dudy menjelaskan bahwa Kemenhub akan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk berinvestasi dan membangun DDT tersebut. Skema pembangunannya akan dilakukan secara patungan, di mana sebagian investasi berasal dari KAI dan sebagian lagi merupakan program pemerintah.
Perubahan skema pengelolaan prasarana perkeretaapian menjadi alasan utama di balik penyesuaian rencana pembangunan DDT. Ke depannya, KAI akan memegang kendali penuh atas pengelolaan seluruh prasarana perkeretaapian, sementara Kementerian Perhubungan akan fokus pada peran regulator. Perubahan ini diprediksi akan mempengaruhi pola dan perencanaan lanjutan proyek DDT, termasuk penyesuaian kembali pada kelanjutan pembangunan jalur menuju Cikarang.
Progres pembangunan DDT sejauh ini telah terlaksana mulai dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bekasi. Di sepanjang segmen ini, pemisahan jalur antara kereta jarak jauh dan KRL perkotaan telah berhasil meminimalkan risiko kecelakaan. Rencana selanjutnya adalah melanjutkan pembangunan DDT hingga Stasiun Cikarang. Namun, proyek lanjutan ini akan mengalami penyesuaian berdasarkan perubahan skema pengelolaan prasarana perkeretaapian yang baru.
Sejarah proyek DDT menunjukkan bahwa konsepnya telah ada sejak tahun 2002, namun baru terealisasi pada tahun 2015. Tahap awal pembangunan difokuskan pada segmen Stasiun Jatinegara-Cakung dan Stasiun Jatinegara-Manggarai. Sejak tahun 2019, pembangunan DDT ke arah Stasiun Bekasi dari Stasiun Manggarai baru dimulai dan rampung sekitar tahun 2022. Dengan adanya kolaborasi investasi antara pemerintah dan KAI, diharapkan pembangunan DDT hingga Cikarang dapat berjalan lebih lancar dan efisien, sejalan dengan visi Kemenhub untuk menjadikan KAI sebagai pengelola prasarana perkeretaapian yang handal.
Pemisahan jalur yang menjadi tujuan utama pembangunan DDT ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalur kereta api, mengurangi waktu tempuh, dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi penumpang. Investasi yang dilakukan oleh KAI dalam proyek ini juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan transportasi kereta api di Indonesia.
Menteri Perhubungan optimis bahwa dengan adanya perubahan skema pengelolaan dan kerja sama yang erat antara pemerintah dan KAI, proyek pembangunan infrastruktur perkeretaapian, termasuk DDT Cikarang, akan dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Perubahan ini merupakan langkah strategis dalam upaya modernisasi sistem perkeretaapian nasional.











