Danantara Investasi Saham Ojol Demi Keuntungan Jangka Panjang

Budi Santoso

Danantara Investasi Saham Ojol Demi Keuntungan Jangka Panjang

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa keputusan investasi perusahaan terhadap saham platform ojek online (ojol) murni didasarkan pada pertimbangan bisnis dan potensi keuntungan jangka panjang. Pandu menyatakan bahwa Danantara belum mengkaji peluang investasi lanjutan pada platform ride-hailing tersebut. "Ya, kemarin melanjutkan perkataan Pak Rosan ya kita lihat aja, itu kan hanya investasi aja yang kita lihat yang memang seharusnya bisa menghasilkan profit yang baik," ujar Pandu usai konferensi pers penandatanganan memorandum of understanding (MoU) PSEL antara Danantara dengan pemerintah daerah di Ballroom Graha Mandiri, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut Pandu, hingga saat ini belum ada keputusan tambahan di luar rencana investasi tersebut. Danantara, lanjut dia, akan tetap fokus pada peluang yang mampu memberikan imbal hasil optimal. "Ya kita lihat juga ke sana, nggak ada tambahan yang lain," sambungnya. Terkait kemungkinan penambahan kepemilikan saham Danantara hingga persentase tertentu di masa mendatang, Pandu menyebut pihaknya belum membahas target spesifik. "Belum mikirin sampai sejauh mana. Kita nanti lihat aja, kalau sudah ada game plan nanti kita komunikasikan ke publik," kata Pandu.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Danantara Indonesia telah membeli sebagian saham aplikator ojek online (ojol). Salah satu tujuannya ialah menurunkan potongan komisi kepada pengendara ojol dari 10-20 persen menjadi delapan persen. Dengan diambilnya sebagian saham sejumlah aplikator ojol oleh pemerintah, menurut dia, sistem hingga kebijakan aplikator tersebut akan disesuaikan secara perlahan. Namun demikian, yang paling utama, pemerintah akan berupaya menurunkan angka potongan komisi tersebut. "Paling pertama adalah menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10 persen, sehingga aplikator hanya akan mengambil delapan persen dari yang dikumpulkan," kata Dasco.

Baca Juga :  Peringkat DIM: S&P & Moody's Nilai Kuat, Ekonomi RI Tetap Stabil

Keputusan investasi Danantara Indonesia ini mencerminkan strategi korporat yang berorientasi pada profitabilitas dan pertumbuhan jangka panjang. Dalam dunia investasi yang dinamis, pemilihan sektor dan perusahaan yang tepat menjadi kunci keberhasilan. Platform ojek online, meskipun menghadapi berbagai tantangan, menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya penetrasi digital dan perubahan gaya hidup masyarakat.

Fokus pada "pertimbangan bisnis dan potensi keuntungan jangka panjang" menunjukkan bahwa Danantara tidak hanya melihat tren sesaat, tetapi juga melakukan analisis mendalam terhadap fundamental bisnis, model pendapatan, skala ekonomi, dan potensi ekspansi pasar dari platform ojol yang mereka investasikan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa investasi tersebut tidak hanya memberikan imbal hasil yang baik, tetapi juga berkelanjutan di masa depan.

Pernyataan Pandu Sjahrir bahwa Danantara belum mengkaji peluang investasi lanjutan dan akan tetap fokus pada peluang yang memberikan imbal hasil optimal, menggarisbawahi pendekatan yang terukur dan disiplin. Ini berarti setiap keputusan investasi di masa depan akan melalui proses evaluasi yang ketat, memastikan bahwa alokasi modal perusahaan selalu diarahkan pada aset yang paling menjanjikan.

Keterlibatan Danantara Indonesia dalam pembelian saham platform ojol ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi. Penurunan potongan komisi yang diindikasikan oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad akan secara langsung berdampak positif pada pendapatan pengemudi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan loyalitas dan produktivitas mereka. Hal ini menciptakan sinergi antara kepentingan bisnis investor, perusahaan platform, dan para pekerja di lapangan.

Baca Juga :  Bea Cukai Direformasi, AI Gantikan Peran Lewat BUMN Ekspor Baru

Secara keseluruhan, langkah Danantara Indonesia ini menunjukkan pemahaman yang matang tentang pasar dan komitmen terhadap prinsip-prinsip investasi yang sehat. Dengan fokus pada keuntungan jangka panjang dan kemampuan adaptasi terhadap dinamika pasar, investasi ini berpotensi memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan sektor transportasi berbasis digital di Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar