
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengumumkan bahwa pemerintah akan segera merilis skema rinci mengenai Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Detail mengenai operasional DSI, termasuk alur, rantai pasok, ekspor, dan skema fee, akan disampaikan secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani pada Kamis, 21 Mei 2026. Pengumuman ini akan dilakukan dalam sebuah media briefing yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026, dengan fokus pada penguatan tata kelola ekspor komoditas strategis.
Rohan menjelaskan bahwa DSI hadir sebagai entitas yang memfasilitasi proses jual-beli komoditas strategis, serupa dengan perusahaan lain yang telah beroperasi. Namun, keunggulan utama DSI terletak pada transparansi yang lebih tinggi dan upaya eliminasi praktik-praktik merugikan seperti under invoicing dan under pricing. Selama ini, industri trading komoditas telah berjalan puluhan tahun dengan mekanisme jual-beli yang menghasilkan keuntungan, namun seringkali diwarnai praktik seperti under invoicing dan penempatan dana di luar negeri. DSI berkomitmen untuk menghadirkan model bisnis yang lebih transparan dan akuntabel dalam proses perdagangan komoditas strategis.
Meskipun demikian, Rohan masih enggan merinci identitas individu yang akan memimpin DSI. Ia menekankan bahwa proses rekrutmen sedang berjalan untuk menemukan figur-figur yang memiliki kompetensi tinggi dan rekam jejak yang mumpuni untuk mengemban tugas penting ini. Rohan menyatakan bahwa jalur seleksi telah disiapkan dan pengumuman mengenai pimpinan DSI akan segera dilakukan setelah melalui pembicaraan lebih lanjut dengan para calon potensial. Kehadiran DSI diharapkan dapat membawa angin segar dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia, memastikan aliran dana yang lebih transparan dan berkontribusi pada penguatan perekonomian nasional.











