Daftar Orang Terkaya Indonesia Mei 2026: Perubahan Posisi Konglomerat

Budi Santoso

Daftar Orang Terkaya Indonesia Mei 2026: Perubahan Posisi Konglomerat

Daftar 10 orang terkaya di Indonesia per Mei 2026 menunjukkan adanya pergeseran signifikan di antara para konglomerat Tanah Air. Dinamika kepemilikan aset dan kinerja bisnis menjadi faktor utama yang mempengaruhi perubahan ini. Meskipun nama-nama lama masih mendominasi, urutan dalam daftar mengalami sejumlah pergantian dibandingkan periode April 2026. Perubahan nilai aset perusahaan akibat fluktuasi pasar turut serta dalam pergeseran perkiraan kekayaan bersih para pengusaha papan atas.

Salah satu pergeseran mencolok terlihat pada Robert Budi Hartono, bos Djarum dan BCA, yang turun dari posisi kedua ke urutan ketiga. Ia bertukar tempat dengan Low Tuck Kwong, pemilik Bayan Resources yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. Selain itu, Otto Toto Sugiri yang sebelumnya berada di posisi keenam, kini bertukar posisi dengan Sri Prakash Lohia di urutan ketujuh. Perubahan ini mencerminkan volatilitas pasar dan performa bisnis masing-masing individu.

Posisi puncak ditempati oleh Prajogo Pangestu, pengusaha di sektor petrokimia dan energi melalui Barito Group. Kekayaannya ditaksir mencapai US$ 20,9 miliar atau sekitar Rp 362,32 triliun. Di posisi kedua adalah Low Tuck Kwong dengan kekayaan US$ 16,5 miliar atau Rp 286,04 triliun, berkat bisnis pertambangan batu baranya. R. Budi Hartono menyusul di posisi ketiga dengan US$ 15,8 miliar atau Rp 273,9 triliun, sebagian besar dari investasi di BCA dan Djarum Group.

Baca Juga :  1 Juta Penumpang Kereta Sambut Iduladha dan Harlah Pancasila

Anthoni Salim, pemilik Salim Group dengan diversifikasi bisnis di berbagai sektor seperti makanan (Indofood), ritel (Indomaret), perbankan, telekomunikasi, dan energi, berada di urutan keempat dengan kekayaan US$ 11,9 miliar atau Rp 206,29 triliun. Di posisi kelima adalah Tahir dan keluarganya, pendiri Mayapada Group yang memiliki kepentingan di perbankan, perawatan kesehatan, media, dan real estat, dengan total kekayaan US$ 9,7 miliar atau Rp 168,15 triliun.

Sri Prakash Lohia menempati posisi keenam dengan kekayaan US$ 8,8 miliar atau Rp 152,55 triliun, sebagian besar diperoleh dari produksi pupuk dan polimer. Otto Toto Sugiri, salah satu pendiri dan CEO DCI Indonesia, berada di urutan ketujuh dengan kekayaan US$ 8,4 miliar atau Rp 145,62 triliun. Marina Budiman, rekan pendiri DCI Indonesia dan presiden komisaris, menjadi satu-satunya perempuan dalam daftar ini, menduduki posisi kedelapan dengan kekayaan US$ 6 miliar atau Rp 104,06 triliun.

Lim Hariyanto Wijaya Sarwono dan keluarganya, pemilik saham mayoritas di Bumitama Agri, produsen minyak kelapa sawit, berada di posisi kesembilan dengan kekayaan US$ 5,3 miliar atau Rp 91,88 triliun. Menutup daftar 10 besar adalah Haryanto Tjiptodihardjo, pemilik dan penerus Impack Pratama, dengan kekayaan US$ 5 miliar atau Rp 86,68 triliun. Daftar ini terus diperbarui seiring dengan pergerakan ekonomi dan kinerja perusahaan di Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar