CNG 3 Kg Uji Coba: Solusi Pengganti LPG Akhir 2026

Budi Santoso

CNG 3 Kg Uji Coba: Solusi Pengganti LPG Akhir 2026

Pemerintah Indonesia bersiap melakukan terobosan signifikan dalam upaya mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. Langkah konkretnya adalah dengan melakukan uji coba Compressed Natural Gas (CNG) pada tabung berukuran 3 kilogram, yang diproyeksikan akan menggantikan peran LPG 3 kg di masa mendatang. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengonfirmasi bahwa dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, pemerintah akan melakukan pemesanan perdana (first order) untuk tabung CNG. Jumlah yang direncanakan mencapai sekitar 100.000 unit tabung, yang akan dipesan dari luar negeri sebagai langkah awal.

"Jadi dari sisi timeline, insyaallah 3 bulan ke depan kita melakukan first order untuk hal tersebut. Untuk kita memesan material barangnya ini, kita nggak boleh pesan satu, harus banyak. 100 ribuan gitu. Nah, makanya kalau ada yang nanya kok belum dibikin? Ya memang harus di-order 100 ribu atau di atasnya gitu baru," jelas Laode dalam sebuah podcast Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (18/7/2026). Keputusan untuk memesan dalam jumlah besar ini diambil untuk memastikan efisiensi produksi dan skala ekonomi yang optimal.

Setelah tahap pemesanan tabung selesai, pemerintah menargetkan dalam rentang waktu 1 hingga 2 bulan berikutnya, tabung CNG tersebut sudah siap untuk diuji coba. Uji coba ini akan melibatkan pengembangan tipe tabung khusus, yaitu tipe C4, yang dirancang secara spesifik untuk setara dengan tabung LPG 3 kg. Laode menekankan bahwa tipe tabung C4 ini merupakan inovasi yang belum ada di dunia untuk kapasitas yang sama dengan LPG 3 kg, berbeda dengan tabung CNG yang setara LPG 12 kg yang sudah umum digunakan.

Baca Juga :  El Nino Ancam Lahan Tadah Hujan Bandung Barat, Petani Siap Adaptasi

Lebih lanjut, Laode menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan aspek keamanan dari tabung CNG 3 kg ini. Keselamatan pengguna menjadi prioritas utama, dan pemerintah mengklaim bahwa tabung CNG yang akan dikembangkan ini akan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan LPG 3 kg. "Bisa seperti itu kalau kita siapkan. Sebenarnya kuncinya kalau CNG ini adalah bagaimana menyiapkan tabung dan valve-nya ini benar-benar kuat, aman gitu. Kuncinya ada di situ," ungkapnya. Kunci utama keamanan ini terletak pada kualitas material tabung dan desain katup (valve) yang akan diproduksi.

Jika implementasi pemanfaatan CNG pada tabung 3 kg berjalan masif dan berhasil, pemerintah berencana untuk mendorong para produsen tabung CNG untuk mendirikan fasilitas pabriknya di Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian industri dalam negeri dan membuka lapangan kerja baru. "Kalau sudah sangat masif yang di luar kita suruh masuk. Kamu kalau mau pasar ya datang ke sini. Cuman di awal kita ini dulu," ujarnya, menunjukkan strategi awal yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan domestik melalui impor sebelum mengembangkan industri lokal. Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah berharap dapat mewujudkan diversifikasi energi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar