CEO Honda Akui Sulit Tandingi Efisiensi Produksi Mobil Listrik China

Budi Santoso

CEO Honda Akui Sulit Tandingi Efisiensi Produksi Mobil Listrik China

CEO Honda, Toshihiro Mibe, memberikan pernyataan mengejutkan mengenai peta persaingan industri otomotif global, khususnya di sektor kendaraan listrik (EV). Setelah melakukan kunjungan langsung ke sejumlah pabrik manufaktur EV di China pada Februari lalu, Mibe mengaku sangat cemas melihat kemajuan pesat yang dicapai produsen Tiongkok. Menurutnya, Honda dan banyak produsen mobil konvensional lainnya saat ini tidak memiliki banyak peluang untuk melawan dominasi China jika tidak segera melakukan transformasi radikal pada sistem produksi mereka.

Kekhawatiran Mibe berakar pada efisiensi luar biasa yang ia saksikan di lantai produksi pabrik-pabrik di China. "Kami tidak punya peluang melawan ini," tegas Mibe sebagaimana dikutip dari laporan Nikkei Asia. Ia menyoroti bahwa fasilitas manufaktur di Tiongkok telah mencapai tingkat otomatisasi yang sangat tinggi. Mulai dari pengadaan suku cadang hingga manajemen logistik, semuanya dikelola oleh sistem robotik canggih tanpa melibatkan campur tangan manusia di lantai produksi. Kecepatan dan presisi ini memungkinkan produsen China memproduksi kendaraan dengan biaya jauh lebih rendah namun dengan volume yang jauh lebih besar.

Kondisi ini semakin krusial mengingat Honda baru saja melaporkan kerugian tahunan pertamanya pada awal Maret lalu, dengan angka mencapai lebih dari 15,7 miliar dolar AS. Kerugian ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk perubahan kebijakan mendadak di Amerika Serikat terkait penghapusan kredit pajak kendaraan listrik yang memukul strategi jangka pendek perusahaan. Tidak hanya Honda, raksasa otomotif Amerika seperti Ford dan General Motors juga mengalami kerugian miliaran dolar akibat transisi EV yang sangat mahal dan penuh tantangan regulasi.

Baca Juga :  Bank Jago Tumbuh Pesat: Nasabah 18 Juta, Laba Naik 115%

Untuk memperkaya konteks, dominasi China tidak hanya terletak pada otomatisasi pabrik, tetapi juga pada penguasaan rantai pasok baterai dari hulu ke hilir. Perusahaan seperti BYD dan CATL telah mengintegrasikan produksi mereka sedemikian rupa sehingga sulit bagi pabrikan Jepang untuk bersaing secara harga. Sebagai respons, Honda kini tengah memacu pengembangan "Honda 0 Series," sebuah platform kendaraan listrik baru yang dirancang untuk lebih ramping dan efisien, yang dijadwalkan meluncur pada 2026.

Mibe menyadari bahwa masa depan Honda bergantung pada kemampuan perusahaan untuk beralih dari manufaktur tradisional menuju ekosistem digital yang lincah. Jika Honda gagal mengadopsi tingkat efisiensi yang setara dengan pabrikan China, posisi mereka sebagai pemain utama otomotif dunia terancam tergeser oleh gelombang inovasi dari Negeri Tirai Bambu yang bergerak jauh lebih cepat dari perkiraan semula.

Also Read

Tinggalkan komentar