
Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan rencana strategis untuk memberikan fasilitas bunga rendah bagi sektor industri tekstil dan alas kaki. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk secara proaktif menggerakkan sektor swasta, yang selama ini menjadi pilar utama perekonomian nasional dengan kontribusi mencapai 90%. Purbaya Yudhi Sadewa secara langsung menyampaikan rencana ini dalam sebuah konferensi pers terkait APBN KITA pada Selasa, 5 Mei 2026.
Menurut Purbaya, program bunga rendah ini akan disalurkan melalui Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia (LPEI). Tujuannya adalah untuk memfasilitasi perusahaan-perusahaan di sektor tekstil dan alas kaki yang membutuhkan peremajaan mesin produksi. "Saya akan panggil perusahaan tekstil, sepatu yang membutuhkan peremajaan mesin segala macam akan saya kasih bunga rendah lewat program dari lembaga penjamin ekspor indonesia," ujar Purbaya. Peremajaan mesin dianggap krusial untuk meningkatkan efisiensi, kualitas produk, dan daya saing industri di pasar global. Dengan suku bunga yang lebih terjangkau, perusahaan diharapkan dapat lebih leluasa untuk melakukan investasi dalam teknologi dan peralatan baru tanpa terbebani biaya finansial yang tinggi.
Untuk memastikan program ini tepat sasaran dan menjangkau perusahaan yang paling membutuhkan, Kementerian Perindustrian akan dilibatkan secara aktif. Purbaya menekankan pentingnya koordinasi dengan kementerian teknis tersebut. "Saya akan tanyakan kemenperin perusahaan-perusahan mana saja yang butuh itu," katanya. Keterlibatan Kementerian Perindustrian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi riil industri, identifikasi perusahaan yang memiliki potensi besar namun terkendala masalah permodalan, serta kebutuhan spesifik terkait peremajaan aset produksi. Pendekatan ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat umum, tetapi terfokus pada kebutuhan nyata sektor.
Lebih lanjut, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk lebih aktif dalam menghidupkan sektor swasta. Sektor swasta, dengan peran dominannya dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi, memerlukan dukungan yang memadai agar dapat terus berkontribusi secara optimal. Pemberian bunga rendah ini diharapkan dapat merangsang investasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan pada akhirnya memperkuat posisi industri tekstil dan alas kaki Indonesia di kancah internasional. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan meningkatkan daya saing ekspor produk-produk manufaktur dalam negeri. Dengan adanya stimulus finansial yang lebih baik, perusahaan dapat berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan bersaing lebih efektif di pasar global. Kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pertumbuhan sektor industri yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.











